Support Kader Posyandu, PKK Gelar Jambore Kader Posyandu
Rabu, 13 Mei 2015
BANYUWANGI - Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Jambore Kader Posyandu di Pemandian Taman Suruh, Glagah, Banyuwangi,Rabu (13/5).
Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Dani Azwar Anas saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, sebagai bagian dari PKK, Posyandu memegang peranan penting. "Tugas PKK untuk membangun keluarga yang sejahtera ini penting. Dengan adanya posyandu di dalamnya, tugas kita menjadi lebih ringan. Sebab kader posyandu ini sangat getol terjun ke masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan,khususnya bagi ibu dan bayi,"tutur istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini.
Karenanya, lanjut Ny Dani, pihaknya sengaja mendedikasikan kegiatan ini sebagai bentuk support bagi para kader posyandu. Dengan diadakannya jambore ini, Ny Dani mengharapkan para kader semakin mumpuni dan bertambah keilmuannya.
Ini adalah jambore kedua yang dilaksanakan TP PKK. Jika tahun sebelumnya diadakan untuk
kader PKK, kali ini dikhususkan untuk kader posyandu. Mengapa kader posyandu? "Posyandu adalah suatu gerakan yang berasal dari kita,oleh kita dan untuk kita. Karena itu kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik, selain sebagai media bertukar pikiran, berbagai lomba yang ada bisa dijadikan sarana menambah ilmu,"tandas Ny Dani.
Tidak itu saja,masih tingginya angka kematian ibu dan anak yang saat ini masih menghantui di Indonesia, termasuk Banyuwangi, juga menjadi tanggung jawab para kader posyandu. Sebab, tambah Ny Dani,
para kaderlah yang tahu ibu mana saja di wilayahnya yang beresiko tinggi, bayi-bayi mana saja yang kurang gizi. "Ini harus terus dilakukan penanganan serius. Disitulah letak pentingnya kader posyandu
ini,"ujar Ny Dani yang berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pemicu bagi kader posyandu agar bisa mengelola posyandunya dengan lebih baik.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa (BPMPD) Suyanto Waspo Tondo mengatakan, pihaknya bersentuhan langsung dengan penanganan posyandu di lapangan. Untuk kelangsungan posyandu ke depan, pria yang akrab disapa Yayan ini menjanjikan ada pengalokasian anggaran bagi para kader posyandu ini."Banyak hal yang harus kami perbaiki dalam mekanisme anggaran. Selama ini anggaran untuk kader posyandu kami siasati dengan menyandingkannya dengan anggaran untuk kader BPM di masing-masing kecamatan.Tapi ini belum maksimal, ke depan anggarannya akan lebih kami maksimalkan lewat anggaran untuk Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang ada di BPMPD,"janji Yayan.
Yayan juga menginformasikan, tahun ini Alokasi Dana Desa (ADD) sepenuhnya diserahkan pada camat.
Untuk keberlangsungan posyandu ke depan, PKK diminta membuat program yang jelas terkait posyandu, sehingga nantinya bisa diajukan anggarannya. "Saya akan bicarakan lebih lanjut dengan pengurus TP PKK Kabupaten, khususnya untuk insentif bagi para kader posyandu. Yangjelas, BPMPD memberikan dukungan penuh,"tegas Yayan.
Para kader posyandu yang mengikuti kegiatan ini tampak begitu antusias. Selain bisa berbagi ilmu dengan kader posyandu lain yang lebih mumpuni, mereka juga bisa menambah ilmu lewat berbagai hal yang dilombakan. Seperti lomba cerdas cermat, mengisi Kartu Menuju Sehat (KMS), menimbang, penyuluhan, dan memilih makanan yang bernutrisi bagi bayi sesuai kelompok umur. 1 orang kader berkesempatan mengikuti 2 lomba yang telah ditentukan.Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 72 kader posyandu, 24 ketua TP PKK Kecamatan, serta para pengurus dan anggota TP PKK Kabupaten. (Humas & Protokol)