Surfer Indonesia Jawara Banyuwangi International Surfing Competition 2015
Minggu, 27 September 2015
BANYUWANGI - Pesurfer asal Indonesia, Darmayasa keluar sebagai pemenang pertama Banyuwangi Internasional Surfing Competition 2015. Kompetisi selancar yang berlangsung selama 3 hari (25/9 - 27/9) di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi ini ditutup oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Darmayasa yang tahun ini memenangkan kategori tertinggi open division, berhasil menjadi yang terbaik pada kejuaraan surfing tahun ini. "Saya sangat senang tahun ini bisa keluar sebagai pemenang pertama. Apalagi tantangannya ombak yang landai," kata Darmayasa.Padakompetisi surfing tahun lalu, dia hanya menduduki peringkat tiga di kategori yang sama.
Sedangkan untuk kategori nasional, posisi pertama diraih Raju Sena, surfer asal Bali. Surfer profesional yang pernah mewakili benua Asia di kejuaraan Rip Curl Grand Series ini mengulangi keberhasilannya pada kompetisi yang sama tahun lalu.
Penyelenggara teknis kompetisi, Bagus Made Irawan mengatakan tahun ini ombak di Pulau Merah lebih landai jika dibandingkan dengan tahun lalu. Namun dengan kondisi ini justru menjadi tantanga tersendiri bagi para surfer untuk bermanuver.
"Para pemenang tahun ini, dapat dipastikan mereka yang berkualitas. Karena dengan ombak yang tergolong menengah ini pastinya mereka lebih sulit membuat manuver. Ini jadi tantangan tersendiri bagi para peselancar," ujar Piping, panggilan akrab Bagus.
Kompetisi surfing yang telah digelar kali keempat ini, diikuti oleh 80 surfer dari manca negara dengan total hadiah senilai Rp 100 juta. Kategori yang dilombakan pada tahun ini meliputi 8 kategori. Yakni open division, national, expert, long board, paddle race, girl division. Juga ada grommet <16 tahun, dan pushing division < 14 tahun.
Surfer asal Banyuwangi juga berjaya dalam kompetisi tahun ini. Dea Natasha asal Banyuwangi memenangkan kategori female division. Keberhasilan Dea tahun ini mengulangi kesuksesannya tahun lalu di kompetisis yang sama. Posisi runner up ditempati Nara Lee dari Korea, disusul Tamaki Tanikoshi, dari Jepang.
BAnyuwangi juga berhasil menempatkan jawara lainnya dalam kompetisi ini. Kategori grommet under 16, diraih Ivan Prihandoyo, yang merupakan warga asli Pulau Merah. "Berbekal kemenangan di sini, mematapkan saya untuk mengikuti lomba-lomba surfing internasional lainnya," ujar Ivan. Sebelumnya, Ivan telah mengikuti sejumlah kejuaraan surfing di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk Grommet under 14 juara 1 ditempati Dani Widianto disusul Velix pada posisi kedua dan Deva di posisi ketiga.
Sementara untuk kategori Long Board Man pemenang pertama diraih oleh Arya, disusul Saiful dan Dian Mustafa. Pada kategori long board women pemenang pertama dipegang oleh Fika Dirga, dan posisi kedua Natasha Asmarini.
Pesurfer manca negara juga berhasil mencuri kemanangan. Katri Heikilla dari Finlandia memenangi expert division. Katri mengatakan keikutsertaannya di Banyuwangi surfing competition adalah untuk pertama kalinya. "Saya sangat senang bisa menang di kujuaraan yag diikuti banyak surfer hebat ini. Saya berkeinginan untuk bisa bergabung lagi di Pulau Merah ini tahun depan.," kata Katri. Sementara rekan senegara Katri, Kati Kumpulainen menempati posisi kedua disusul posisi ketiga Kocher Will dari Prancis. (Humas Protokol)