Tahun 2013 Investasi Naik 200 Persen
Rabu, 26 Februari 2014
BANYUWANGI – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi yang terus meningkat juga diiringi oleh peningkatan nilai investasi yang masuk. Terbukti, di tahun 2013, investasi yang masuk di Kabupaten Banyuwangi meningkat hingga 200 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terbesar disumbangkan oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Hal ini disampaikan Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), Abdul Kadir, di kantor BPPT, Selasa (25/2).
Nilai investasi pada tahun 2013 mencapai Rp. 3,2 triliun sedangkan di tahun sebelumnya hanya Rp. 1,19 triliun. Besarnya nilai investasi tersebut dominan disumbangkan oleh penananam modal dalam negeri yang mencapai Rp. 2,45 triliun. Tercatat ada 5 PMDN yang merealisasikan investasinya di tahun 2013. Antara lain Industri Gula Glenmore dengan nilai investasi Rp. 1,5 triliun dan Terminal LPG Bosowa senilai Rp. 868 miliar. “Investasi terbesar lainnya dari investasi daerah yang nilainya sebesar Rp. 790 miliar, sebagian besar dari sektor perdagangan,” terang Abdul Kadir.
Meningkatnya nilai investasi yang masuk ke Banyuwangi menurut Kadir tidak lepas dari situasi daerah yang kondusif dimata pengusaha. Selain itu komitmen untuk kemudahan perijinan juga menjadi salah satu daya tarik bagi investor. “Selain kemudahan perijinan kita juga memberikan insentif lainnya seperti pengurangan bea masuk impor dan bea ekspor serta pajak lainnya yang berkaitan dengan produksi,” urai Kadir.
Terkait insentif bagi investor, lanjut Kadir, kedepannya akan diatur dalam perda. Tujuannya agar investor mendapatkan jaminan secara legal akan kemudahan dan fasilitas yang diterimanya ketika berinvestasi di Banyuwangi. “Contohnya dengan nilai investasi tertentu maka investor akan mendapatkan beberapa insentif yang telah ditetapkan. Selain itu perda juga akan mengatur tentang jaminan kemudahan mencari lahan bagi pendirian industri,” imbuh Kadir.
Selain itu, Kadir mengungkapkan, peningkatan nilai investasi juga dipengaruhi oleh semakin majunya infrastruktur seperti jalan dan fasilitas transportasi yang lengkap (darat, laut, udara). Ditambah promosi potensi daerah yang gencar dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi melalui berbagai event nasional dan internasional semakin membuat daerah di ujung Pulau Jawa ini dikenal luas. “Banyuwangi dianggap semakin maju dan aman bagi investor” pungkas Kadir. (Humas & Protokol)