Tampil Agresif, Jason Christie Kuasai Etape Tiga ItdBI
Jumat, 13 Mei 2016
BANYUWANGI - Etape ketiga International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) menjadi milik Jason Christie (Kenyan Riders Downunder), Jumat, 13 Mei. Pembalap Selandia Baru itu menjadi penguasa etape sepanjang 127,1 km antara Grand Watudodol-Taman Blambangan setelah mampu melarikan diri dari peloton bersama 16 pembalap lain.
Proses Christie menuju garis finis juga tidak perlu bunch sprint seperti biasanya. Dia meninggalkan grup breakaway sejak 2 km terakhir. Juara nasional Selandia Baru itu melenggang sendirian di garis finis (solo finish) dengan selisih 33 detik dari pesaing terdekatnya, Ma Guangdong (Wisdom-Hengxiang Cycling Team). Total waktu Christe adalah 2 jam 55 menit 57 detik.
“Awal balapan sangat berat bagi saya. Selama mengikuti grup terdepan, saya hanya berada di barisan belakang. Tapi pada 2 km terakhir, saya mulai menyerang dan akhirnya bisa menang,” kata Christie.
Dalam balapan tersebut, rute yang flat membuat peloton menjadi sangat agresif. Sebanyak 17 pembalap langsung melarikan diri begitu balapan memasuki 30 km pertama. Selain Christie, di antara mereka termasuk juara etape pertama Dong Hyun Shin (LX-IIBS Cycling Team), Muhammad Taufiq (BRCC), dan Ma Guangdong (Wisdom-Hengxiang Cycling Team).
Umumnya mereka yang melarikan diri (breakaway) adalah para sprinter. Para climber seperti juara bertahan Peter Pouly (Singha Infinite Cycling Team), pemegang yellow jersey Benjamin Prades (Team UKYO), Dadi Suryadi (Terengganu Cycling Team), Hari Fitrianto (Black Inc Cycling Team), dan Daniel Whitehouse (Terengganu Cycling Team) justru tetap berada dalam peloton.
Selisih antara peloton dan grup breakaway terus melebar hingga 4 menit. Bahkan, saat pembalap sudah memasuki rute sirkuit di dalam kota sebanyak 11 putaran, peloton tetap membiarkannya. Mereka baru merespons serius pada 2 putaran terakhir hingga gap di garis finis hanya 1 menit 52 detik.
Kemenangan Christie tidak mengubah situasi di general classification alias klasemen umum. Benjamin Prades tetap menguasai yellow jersey. “Saya sudah memperhitungkan. Kami membiarkan mereka melarikan diri karena bagi kami mereka tidak penting. Selama selisih waktu masih dalam jangkauan, apapun yang mereka lakukan saya masih mengenakan yellow jersey,” kata pembalap Spanyol tersebut.
Prestasi Christie menjadi klimaks upaya kerasnya sejak etape pertama ITdBI. Sejak awal balapan, dia sudah tampil agresif. Dia selalu melakukan breakaway. Di etape pertama dia gagal juara karena berhasil disusul peloton. Di etape kedua, breakaway dia hanya menghasilkan dua kemenangan King of Mountain.
Baru di etape ketiga, breakaway yang dia lakukan membuahkan hasil. Christie menjadi juara etape tiga. Ini adalah kemenangan kedua Christie sepanjang partisipasinya di ITdBI sejak 2013 lalu. Saat itu, dia menjuarai etape satu ITdBI 2013. (Humas)