Temu Kangen Halal Bihalal Pensiunan PNS, Apresiasi Pembangunan Banyuwangi

Sabtu, 9 Agustus 2014


BANYUWANGI - Moment Idul Fitri 1435 H tidak hanya sebagai ajang halal bihalal dan temu kangen pensiunan PNS Pemkab Banyuwangi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, tetapi juga ajang menyampaikan apresiasi maupun ide dalam memajukan Banyuwangi. Itu yang terjadi di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (9/8), saat pensiunan PNS gelar temu kangen dan halal bihalal bersama Bupati Abdullah Azwar Anas.

Acara yang dikemas apik guna mempertemukan para mantan pejabat teras, terbilang sukses. Karena selain para PNS yang telah purna tugas, hampir semua mantan Sekda di era Bupati Purnomo Sidik hingga Bupati Anas hadir.  Ada Dadang Kadarisman, Sekda di era Purnomo Sidik, Masduki Suud, Sekda di era Samsul Hadi dan H Asmai Hadi Sekda yang juga pernah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyuwangi selama enam bulan, pada masa transisi Bupati Ratna juga hadir di acara ini.

 Sementara Sekkab Sukandi MM,mantan Sekkab di era Bupati Anas yang telah pensiun juga turut hadir di temu kangen ini. Mereka terlihat begitu hangat, walau sudah lama tak bersua. Tampak ada tawa ceria saat mereka saling melepas rindu, mereka terlihat terbahak-bahak ketika mereka mengingat semasa tugasnya. Hebatnya lagi, meski sudah tidak bertugas lagi, mereka masih memiliki semangat tinggi dalam membangun Banyuwangi.

Seperti yang diungkapkan mantan Sekkab Masduki Suud, saat diberi kesempatan menyampaikan ide dan gagasan untuk Banyuwangi. Sekkab yang telah pensiun ini, menyatakan sangat mengagumi capaian Banyuwangi yang luar biasa di bawah kepimpinan Bupati Anas. Mulai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan APBD Banyuwangi yang terus naik hingga renovasi pendopo Kabupaten Banyuwangi yang sangat bagus. “Saya melihat pendopo ini seperti pendopo awal dengan soko yang utuh dan lantai yang asli. Pembangunannya modern tapi tak pernah meninggalkan desain aslinya,” puji Masduki.

Selain memuji capaian Banyuwangi, Masduki juga memberi masukan untuk pemerintah salah satunya memperbaiki gerbang pintu masuk Kabupaten Banyuwangi, dari batas barat maupun utara. Selain itu, Masduki juga mengusulkan tanah sebelah utara monumen Pancasila di Pendopo Kabupaten dibebaskan. “Kami juga sangat mendukung program Banyuwangi cerdas yang bisa mengangkat anak-anak tidak mampu tetapi bisa kuliah dengan biaya pemerintah. Mudah-mudahan ini akan terus dilanjutkan,” kata Masduki.

Sementara Dadang Kadarisman, menyatakan siap memberikan dukungan atas segala prestasi yang telah diraih Banyuwangi saat ini. "Saya melihat Banyuwangi di berbagai media selalu ada yang baru," kata Dadang Kadarisman.

Mendengar  masukan Masduki maupun Dadang Kadarisman, Bupati Anas menyatakan sangat berterima kasih atas apresiasi dan ide para senior demi kemajuan Banyuwangi.  Untuk pendopo, kata Bupati Anas, sebelum di rehab arsiteknya melakukan studi selama satu tahun. “Foto-foto lama distudi semua, karena saya tidak ingin merubah cagar alam, cagar budaya di daerah sembarangan. Karena begitu sembarangan, jejak sejarah kita akan hilang. Karena itu saya undang arsitek ternama Adi Purnomo untuk merenov pendopo,” kata Bupati Anas.

Sebelum merenovasi, lanjut Bupati Anas, juga dilakukan konsultasi publik lewat media massa agar rakyat ikut berperan menentukan keputusan pendopo di bongkar semua atau tidak. “Hasilnya, setelah melalui itu semua, yang asli-asli tidak ada yang dirubah. Empat tiang pendopo dibuka untuk menunjukkan asli pendopo. Dan ini menjadi heritage yang tidak bisa dirubah. Dan sekarang pendopo ini terbuka untuk siapa saja,” terang Bupati Anas.  (Humas & Protokol)  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :