Temuan Penderita HIV/AIDS Mengkhawatirkan, Dinkes & KPA Undang Para Camat & Ketua TP PKK
Selasa, 29 September 2015
BANYUWANGI – Semakin tingginya jumlah penderita HIV/AIDS di Banyuwangi, mengundang keprihatinan banyak pihak. Dinas Kesehatan Banyuwangi merilis temuan kasus HIV sampai dengan bulan ini mencapai 2374 kasus. Sedangkan temuan penderita AIDS hingga akhir bulan ini sebanyak 1126 kasus, dan total kematian Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) mencapai 339 kematian.
Alasan itulah yang membuat Dinkes dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyuwangi mengundang sejumlah pihak untuk memikirkan bersama bagaimana cara menanggulangi permasalahan yang bak fenomena gunung es tersebut. Seperti pertemuan yang diadakan Selasa pagi (29/9), yang melibatkan para camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Se-Kabupaten Banyuwangi di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.
Dalam pertemuan yang dibuka Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko tersebut, Wabup berharap seluruh stakeholders duduk bersama untuk mencari solusi guna memecahkan permasalahan ini. “Target kita ke depan adalah menurunkan jumlah kasus baru dan tingkat diskriminasi serendah mungkin. Menurunkan angka kematian AIDS, dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Semoga penanggulangan HIV/AIDS bisa bergerak secara masif di seluruh Kabupaten Banyuwangi,” harap Wabup yang juga Ketua KPA ini.
Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Dinkes dr Widji Lestariono. Jika dilihat dari banyaknya kasus yang terdeteksi, kata pria yang akrab disapa dr Rio ini, di satu sisi merupakan keberhasilan bagi petugas untuk mengungkap kasus peningkatan penderita penyakit mematikan ini.
Kasus itu terdeteksi dengan cepat, ujar dr Rio, sebab Banyuwangi punya 21 Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang merupakan sarana layanan pendeteksi HIV/AIDS terbesar di Asia. Dua VCT berada di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, 19 VCT sisanya tersebar di puskesmas yang ada di Banyuwangi.
Adanya upaya bahu-membahu dari komponen terkait seperti KPA, Dinas Kesehatan, Kelompok Bina Sehat (LSM) dan unsur-unsur lainnya, tambah dr Rio, juga sangat diperlukan. “Karena itu, dengan diundangnya camat dan Ketua TP PKK se-Kabupaten Banyuwangi ini kami harapkan ke depan bisa segera menindaklanjuti program Warga Peduli AIDS yang sudah dibentuk di tingkat desa pada tahun 2014. Sebab selama ini yang ajeg mem-follow up program tersebut baru ada 2 desa yang ada di Kecamatan Cluring dan Sempu,” ujarnya.
Untuk diketahui, dalam menangani peningkatan penyebaran penyakit yang menyerang kekebalan tubuh itu, KPA sebelumnya juga telah menggelar pertemuan dengan berbagai kalangan selama bulan September 2015. Diantaranya kalangan pelajar dan guru, pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, serta para ODHA. Selanjutnya dalam waktu dekat pertemuan serupa juga akan dilakukan untuk para waria dan konselor Pencegahan Penularan HIV/AIDS dari Ibu ke Anak (PPIA). (Humas & Protokol)