Tenaga Registrasi Kependudukan Blitar, Belajar ke Banyuwangi
Kamis, 5 November 2015
BANYUWANGI - Program inovasi layanan kependudukan yang cepat di Banyuwangi,menarik sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, untuk mengadopsi program tersebut. Salah satunya, Kota Blitar, yang sengaja mengirimkan puluhan tenaga administrasi kependudukannya untuk belajar di Banyuwangi.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kota Blitar, Suharsono, yang membawa puluhan registrasi kependudukan datang ke Banyuwangi, Kamis (5/11). Dalam kesempatan ini Asisten Adminitrasi ini menilai layanan kependudukan sangat bagus dan cepat. Apalagi semua data bisa diakses langsung ke bawah, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor kependudukan sudah dilayani.
“Karena itu kami sengaja membawa peserta diklat adiministrasi kependudukan Pemerintah Kota Blitar untuk observasi lapangan di Banyuwangi. Kami juga tidak akan malu-malu meng-adopt sistem yang ada di Banyuwangi untuk kami terapkan di Blitar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Sudjani mengatakan, untuk pelayanan kependudukan Banyuwangi saat ini memang merupakan implementasi dari reformasi birokrasi di mana setiap pemerintah daerah dituntut untuk memberikan layanan publik yang cepat, murah, dan efisien. Salah satunya melayani pembuatan akta kelahiran bagi warga dalam waktu yang super cepat. Program ini dinamakan Lahir Procot Pulang Bawa Akta. Artinya setiap bayi yang lahir di Banyuwangi akan langsung dapat akta lahir gratis dengan cepat, tentunya itu ada kerja sama antara masyarakat, tenaga medis yang membantu persalinan dan pemerintah.
“Pelayanan ini ada di seluruh Puskesmas di Banyuwangi (45 buah), dua rumah sakit pemerintah, dan lima RS swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi, dengan syarat Syarat Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua, Kartu Keluarga (KK) dan nama calon bayi. Nama sudah harus disiapkan, sehingga saat bayi lahir bisa langsung diproses akta kelahirannya,” kata Sudjani.
Selain itu, untuk pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, KK hingga keterangan data yang lain, Banyuwangi juga berusaha cepat. Dalam sehari untuk pembuatan KTP elektronik bisa mencapai 300 KTP. (Humas & Protokol)