Terinspirasi Pengembangan Wisata dan Program Kemiskinan, Banjarnegara Kunjungi Banyuwangi
Selasa, 3 Mei 2016
BANYUWANGI - Setelah Bupati Sleman ke Banyuwangi pada bulan lalu, kini giliran Banjarnegara yang tertarik belajar mengembangkan pariwisata daerah. Rombongan pejabat kabupaten dimana Pegunungan Dieng berada ini, langsung dipimpin wakil bupatinya, Hadi Supeno yang disertai beberapa kepala SKPD nya.
Mereka diterima langsung oleh Wakil Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, di Ruang Rempeg Jogopati, Selasa (3/5). Disampaikan Supeno, kedatangannya bersama jajarannya ini ingin belajar bagaimana mengelola potensi pariwisata Banjarnegara layaknya yang dilakukan Banyuwangi.
“Sejauh yang kami tahu inovasi Banyuwangi, khususnya terkait pariwisatanya sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan Banyuwangi di bidang pariwisata membuat kami ingin belajar ke sini,” kata Hadi Supeno.
Bukan hanya itu, Supeno juga ingin belajar bagaimana pariwisata bisa berdampak pada pengurangan kemiskinan warga. “Banywuangi yang saya dengar juga mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan. Dan salah satu caranya adalah lewat sektor pariwisata dimna mampu menggeliatkan perekonomian warga di sekitarnya,” ujar Supeno.
Sementara itu,Wabup Yusuf menyatakan dengan rendah hati bahwa rombongan dari Banjarnegara yang dinilai lebih dahulu punya banyak potensi, namun masih belajar ke Banyuwangi. “Kehadiran Banjarnegara ke Banyuwangi ini juga bisa mendorong kita untuk lebih kreatif dan sungguh-sungguh, terutama dalam mengelola pariwisata kita,”ujar Wabup Yusuf.
Ditambahkan Wabup, keberhasilan Banyuwangi dalam merubah imej dari yang semula daerah lewatan dan sekarang menjadi tujuan wisata nasional diraih dari kerja keras semua stake holder.
“Semangat membangun wisata yang ditanamkan Bupati Anas dan perlahan mulai tumbuh di masyarakat Banyuwangi menjadi hal penting. Banyak destinasi wisata Banyuwangi saat ini mulai bisa memberikan multiplier efect bagi masyarakat langsung,’ kata Wabup.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Banjarnegara melakukan dialog langsung dengan Wabup Yusuf dan para SKPD Banyuwangi terkait. Mereka banyak bertanya, mulai dari bagaimana mengembangkan desa wisata, kelompok sadar wisata berbasis desa, hingga perjanjian kerja sama dengan instansi vertikal. Selain juga tentunya, mereka langsung menanyakan sejumlah program kemiskinan yang dibuat Pemkab Banyuwangi. Dialog tersebut cukup panjang, sekitar 3 jam. (Humas)