Tertarik Progress Pariwisata, Kabupaten Bangka Tengah Kunker Ke Banyuwangi
Rabu, 20 Mei 2015
BANYUWANGI- Terinspirasi oleh progress pariwisata Banyuwangi yang sangat pesat dalam 4 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. Sebanyak 70 orang yang merupakan rombongan yang terdiri dari Kepala SKPD, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) itu diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (20/5).
Ketua rombongan Pemkab Bangka Tengah, Jul Hasnan, mengatakan Banyuwangi sangat layak dijadikan tempat jujugan belajar karena beberapa tahun terakhir nama Banyuwangi cukup sering terdengar di berbagai media dengan prestasi-prestasi yang excellent, utamanya di bidang pariwisata. “ Dalam beberapa tahun terakhir ini, kami melihat Banyuwangi mengalami kemajuan yang sangat pesat dibawah kepemimpinan Bupati Anas, terutama di bidang pariwisata. Inilah yang menjadi motivasi utama kami datang kemari, “ ujar Jul.
“Fokus kami adalah untuk belajar bagaimana mengelola keungulan pariwisata dan mengemas event – event daerah sehingga bisa dikenal di taraf internasional atau minimal di tingkat nasional. Kami lihat Banyuwangi sudah mampu melaksanakannya,” imbuh Jul.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, kepala bagian humas dan protokol Pemkab Bangka Tengah, Sukardi, mengatakan bahwa mereka memilih Banyuwangi karena daerahnya memiliki letak geografis yang mirip dengan Kabupaten yang terletak di ujung paling timur Pulau jawa ini. “Kami juga memiliki berbagai destinasi wisata seperti air terjun, pantai dan hutan yang bisa dieksplor. Namun saat ini tempat -tempat itu belum memiliki nilai jual yang tinggi seperti obyek wisata di Banyuwangi. Seperti tadi dicontohkan pantai pulau merah yang semula tidak begitu dikenal, sekarang sudah mulai dikunjungi ribuan orang. Mungkin ilmu ini yang akan kami cari. ” tutur Sukardi.
Begitu sampai di hotel, tambah Sukardi, kami semua kaget ketika melihat jadwal banyuwangi festival yang terpasang di lobby. “Banyuwangi punya banyak sekali kegiatan dalam setahun. Bahkan dalam sebulan saja, saya lihat bisa ada beberapa event yang digelar untuk menarik wisatawan. Nah, ini yang harus kami pelajari juga. Hebat Banyuwangi ini ya,” cetusnya.
Selain tentang pengembangan pariwisata, Pemkab Bangka Tengah juga ingin belajar tentang banyak hal, diantaranya bagaimana Banyuwangi menata wajah kotanya, bagaimana cara pemkab Banyuwangi mempromosikan daerahnya serta bagaimana cara Bupati menggerakkan seluruh pegawai dan masyarakatnya sehingga bisa bersinergi dengan baik untuk mendukung perkembangan daerah.
Selanjutnya sebagai calon tuan rumah MTQ tingkat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2016 mendatang, Pemkab Bangka Tengah juga ingin ngangsu kaweruh tentang bagaimana persiapan Banyuwangi sebagai tuan rumah MTQ tingkat propinsi Jawa Timur pada 23-30 Mei besok. Mulai dari penganggaran, pendokumentasian, penyususnan dokumen sampai pada pelaksanaannya.
Bupati Anas menyambut hangat kunjungan tersebut. “Jika disana-sini Banyuwangi banyak diperbincangkan, sejatinya kami masih terus berbenah dan banyak belajar juga,”kata Bupati Anas yang mempersilahkan rombongan Pemkab Bangka Tengah untuk menimba ilmu seluas-luasnya dari Banyuwangi. Sebab, ujarnya, akan lebih mudah mengadaptasi apa yang sudah ada dan sudah berjalan.
Terkait sektor pariwisata, Bupati Anas membeberkan, Banyuwangi tidak mungkin mem-fotocopy Bali karena culture masyarakatnya berbeda. “Saya tidak mungkin meniru Bali karena budaya masyarakat Banyuwangi berbeda dengan Bali meskipun pariwisata daerah tersebut jauh lebih berkembang. Bali memiliki budaya yang unik dan alam yang indah. Berbeda dengan Banyuwangi yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan, sehingga pada awalnya kami harus bekerja keras dulu untuk mencapai kesuksesan ini, ” terang bupati.
Banyuwangi yang terisolasi oleh hutan dan laut, lanjut Bupati Anas, pada awalnya juga memiliki kesulitan tersendiri. “Akhirnya tercetuslah ide untuk membangun pariwisata eco-tourism. Jadi tantangan kami adalah bagaimana memecahkan yang tadinya menjadi handicap (penghalang) berubah jadi peluang,” pungkas Bupati Anas yang juga tidak lupa menyampaikan bahwa IT adalah salah satu kunci suksesnya pengembangan daerah Banyuwangi. (Humas Protokol)