Tertarik Progress Pariwisata, Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara Kunker Ke Banyuwangi

Senin, 18 Juli 2016


BANYUWANGI - Perkembangan pariwisata Banyuwangi yang pesat dalam enam tahun terakhir, membuat Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara jauh-jauh datang ke Bumi Blambangan, Senin (18/7). Kedatangan mereka ini untuk belajar lebih jauh bagaimana mengembangkan daerah melalui sektor pariwisata.

Staf khusus bidang pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Bin Taher mengatakan Banyuwangi sangat layak dijadikan tempat jujugan belajar karena dinilai sukses mengembangkan pariwisatanya.

“Lima tahun terakhir, kami lihat Banyuwangi  telah berkembang pesat. Banyak sekali media yang memberitakan prestasi excellent Banyuwangi, utamanya di bidang pariwisata. Ini yang membawa kami untuk belajar langsung ke sini. Fokusnya, kami mencari resep bagaimana mengelola keunggulan pariwisata dan mengemas event wisata tersebut sehingga bisa dikenal luas,” kata Muhammad.

Dituturkan Muhammad, pihaknya pun ingin belajar bagaimana top leader Banyuwangi mampu menggerakkan aparat birokratnya untuk terjun langsung menangani puluhan event Banyuwangi Festival (B-Fest), tanpa melibatkan  Event Organizer (EO).

“Kami penasaran bagaimana antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling bersinergi satu sama lain dalam penyelenggaraan Banyuwangi Festival. Saya dengar tahun ini ada 53 event, ini bukan pekerjaan yang mudah tapi Banyuwangi mampu melakukannya dan sukses,” cetusnya.

Tak heran, lanjut Muhammad, Menteri Pariwisata Arief Yahya merekomendasi kami untuk datang dan belajar langsung kemari. “Pak menteri bilang, kalau ingin sukses menggelar festival, belajarlah ke Banyuwangi. Makanya kami mantap belajar ke Banyuwangi,” ujar Muhammad yang datang bersama 12 orang rombongan kepala SKPD tersebut.

Dituturkan Muhammad, kedatangannya ini sekaligus untuk mempersiapkan event Wonderful Morotai Island yang akan mereka gelar Agustus mendatang. Beberapa agenda B-Fest, menurut dia, mirip dengan konsep yang diusung dalam kegiatan tersebut. “Bahkan kami mendapatkan ilmu baru yang mungkin bisa ditambahkan dalam festival yang telah kami agendakan. Seperti festival Kali Bersih, Bedah Rumah dan Green and Recycle Fashion,” terang Muhammad.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Slamet Kariyono menyambut hangat rombongan tersebut di Lounge Pelayanan Publik milik pemkab. Sekkab yang saat itu didampingi Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY. Bramuda dan Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo pun  menjelaskan bahwa setiap event di Banyuwangi merupakan kerja keroyokan seluruh SKPD terkait. Tidak ada lagi ego sektoral, karena semua sudah memiliki mind set dan tujuan yang sama, yakni untuk kemajuan Banyuwangi.

“Kalau ada kegiatan, masing-masing SKPD sudah otomatis bergerak sesuai bidangnya. Seperti saat Internasional Tour Ijen berlangsung, jika di tempat start dan finish dibutuhkan toilet portable, maka Dinas Kebersihan dan Pertamanan akan langsung menyiapkannya, begitu juga dinas-dinas yang lain juga akan bertindak sesuai bagiannya,” terang Slamet.

Ditambahkan Slamet, pemkab sengaja menggenjot bidang pariwisata karena terbukti mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Banyuwangi melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta per orang per tahun (2010) menjadi Rp 33,6 juta (2014), dan pada 2015 diprediksi menembus Rp 38 juta. Pendapatan per kapita Banyuwangi berhasil melampaui sejumlah kabupaten/kota di Jatim yang sebelumnya selalu di atas Banyuwangi.

”Sektor wisata juga menjadi pengungkit sektor lain seperti infrastruktur. Tahun ini target pembangunan dan perbaikan jalan kami sepanjang 800 kilometer. Beberapa destinasi wisata harus bagus aksesnya, kecuali yang memang dikonsep adventure. Di beberapa destinasi, tahun ini kami bangun dan perbaiki aksesnya seperti di Pantai Bangsring dan Teluk Hijau,” ujarnya.

Geliat bisnis dan pariwisata tecermin dari lonjakan penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang mencapai 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015).Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Banyuwangi pada tahun ini ditargetkan mencapai 50.000 orang, naik dibanding tahun lalu yang sekitar 40.000 orang. Adapun wisatawan domestik ditargetkan bisa menembus 2 juta orang dari posisi tahun lalu sebesar 1,7 juta. Jumlah wisatawan ini diverifikasi dari data hotel dan pengelola destinasi wisata. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :