Tertarik Sinergikan Program Pemkab, Bupati Temui Gabungan Pengusaha Perkebunan
Selasa, 2 Juli 2013
GLENMORE – Tertarik untuk mensinergikan program Pemkab Banyuwangi dengan perkebunan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menemui sejumlah anggota Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPP), Senin (1/7). Diantaranya Anis Febriantoro, manajer Perkebunan Kendenglembu yang juga ketua GPP, Direktur Industri Gula Glenmore Ade Prasetyo, manajer Perkebunan Malangsari Yudi Kristianto, dan manajer Perkebunan Sumberjambe Arif Budiyanto.
Di depan para penentu kebijakan bagi perkebunan tersebut, Bupati Anas yang didampingi kepala dinas terkait mengatakan, dengan sinergi ini pemkab menargetkan ada proses percepatan. “Target pemkab adalah mendorong proses percepatan, baik dari sisi produk unggulan maupun pembinaan kawasan,” ujar Bupati Anas. Produk unggulan tersebut, lanjut Bupati, akan semakin memperjelas posisi Banyuwangi yang menghargai produk-produk lokalnya untuk diperkenalkan pada dunia luar.
Menariknya, ketertarikan Bupati untuk bersinergi dengan perkebunan ini didasari oleh luasan areal Banyuwangi yang kurang lebih 14 persennya adalah perkebunan, yang dinilai Bupati punya kondisi yang luar biasa. “Ada banyak produk khas yang bisa digarap dari perkebunan untuk lebih menonjolkan nama Banyuwangi ke luar, antara lain kopi lanang dan pisang emas kirana,”tutur Bupati. Bahkan Bupati berkeinginan untuk melaunching hasil bumi khas Banyuwangi ini sebelum lebaran mendatang. Termasuk menjual produk-produk tersebut di galeri pamer milik Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam). Tak berhenti disitu, upaya pelestarian hasil bumi ini, salah satunya pisang emas kirana, dilakukan dengan menggelar penanaman massal bibit pisang yang pangsa pasarnya hingga ke luar negeri ini dalam waktu dekat.
Sementara, untuk pembinaan kawasan, Bupati bermaksud mendorong objek wisata yang ada di perkebunan sebagai bagian dari ecowisata. “Saya kira apa yang dilakukan pengelola perkebunan dalam menjaga dan memelihara situs bersejarah yang ditemukan di areal perkebunan itu patut diapresiasi, “tandas Bupati mencontohkan perkebunan Kendenglembu yang merawat dengan baik situs watu lesung, watu lumpang dan batu-batu pahat peninggalan tahun 800 SM yang ditemukan di kawasan tersebut. Ke depan Bupati minta agar destinasi wisata perkebunan semakin dipertajam, misalnya seperti wisata bersepeda keliling perkebunan. “Untuk memperkuat ecowisata ini, saya juga akan meningkatkan mutu layanan informasi pariwisata dengan menempatkan mesin touch screen seperti ATM. Jadi wisatawan yang butuh informasi tinggal pencet saja,”terang Bupati yang merencanakan akan menempatkan mesin tersebut di 3 titik, yakni di Pelabuhan Ketapang, depan pemkab dan di wilayah Banyuwangi selatan. Selain itu juga ada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penunjang ecowisata.
Kegiatan yang diselenggarakan di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII (Persero), Kebun Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore ini diikuti oleh 27 perkebunan anggota GPP, baik negeri maupun swasta. Antara lain PTPN XII (Persero) Kebun Kendenglembu; PT PP London Sumatra Indonesia (Treblasala Estate), Tbk; PTPN XII Kebun Kalirejo; PTPN XII Kebun Kalisepanjang; PTPN XII Kebun Jatirono, PTPN XII Kebun Sungai Lembu; PTPN XII Kebun Malangsari, PTPN XII Kebun Sumberjambe, dan PTPN XII Kebun Kalitelepak. Kebun Kendenglembu sendiri sebagai tuan rumah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata agro dengan beragam pesona. Ada beberapa atraksi wisata yang ditawarkan disini, seperti pengolahan kakao, karet, gula kelapa, serta budi daya tanamannya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga sempat mengunjungi pameran mini dimana digelar produk-produk khas perkebunan. Antara lain pepaya, pisang emas kirana, sirsat, kopi lanang, gula kelapa, sirup jahe dan sorgum. Khusus sorgum, ada keunikan tersendiri dari produk yang dipamerkan. Yakni sorgum disajikan dalam bentuk snack pengganti pop corn, yang dinamakan pop sorgum. Tak mau kalah dengan pop corn, pop sorgum pun dikemas beraneka rasa, mulai dari rasa balado, ayam bawang, balado pedas manis, rasa asin gurih hingga rasa kaldu ayam. (Humas & Protokol)