Tes CPNS, Banyuwangi Miliki Perangkat CAT Sendiri

Selasa, 18 November 2014


BANYUWANGI – Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) di kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD), dipantau Bupati Abdullah Azwar Anas secara langsung Selasa (18/11).

Dalam kunjunganya ini Bupati Anas memastikan pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun 2014 benar-benar berjalan transparan dan lancar. Bagi Bupati Anas, rekrutmen CPNS ini sangat penting, karena menyangkut rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh birokrasi. “Target kami dari rekrutmen yang terbuka ini bisa menghasilkan SDM yang baik seperti yang menjadi tuntutan reformasi birokrasi saat ini. Disisi lain kita juga ingin meningkatkan gradenya, jika kemarin Banyuwangi mendapat penghargaan pangripta nusantara sebagai kabupaten perencanaan terbaik, kali ini kita ingin menjadi kabupaten dengan SDM terbaik juga,” kata Bupati Anas, saat memantau tes CPNS, Selasa (18/11).

Mengingat begitu pentingnya SDM bagi birokrasi, tahun lalu Pemkab Banyuwangi  sudah menentukan kriteria penerimaan CPNS dengan IPK 3,5, padahal BKN dan Menpan saat itu belum membuat aturan baru.

Nah, begitu saat ini BKN dan Menpan membuat aturan baru dengan menggunakan IT, pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan perangkatnya jauh-jauh hari. Seperti saat ini pelaksanaan tes CPNS pemkab Banyuwangi tidak harus menyewa tapi telah menyiapkan sendiri seluruh aplikasinya.

Untuk pelaksanaan tes CAT ini, pemkab Banyuwangi menggunakan 45 unit komputer yang digunakan peserta tes dan telah diprogram dengan sistem yang langsung online dengan aplikasi BKN. Lima komputer lainnya juga disiapkan untuk cadangan. “Dengan sistem ini masyarakat atupun peserta bisa langsung melihat hasil ujian. Nilai CAT bakal langsung keluar setelah peserta merampungkan tes. Skor itu akan terpampang langsung di layar monitor mereka masing-masing dan di layar monitor ruang tunggu kantor BKD. “Sehingga nilai tiap peserta bisa dipantau secara real time oleh siapa saja yang ingin melihatnya,” kata Kepala Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Sih Wahyudi.

Di Jawa timur kata Kepala Kantor Regional BKN Surabaya, Sudarmanto, hanya Kabupaten Banyuwangi yang menggunakan perangkatnya sendiri, yang lain-lain seperti Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Blitar dan Blangkalan masih menyewa semua.  “Bagi kami Banyuwangi satu-satunya kabupaten yang sudah mandiri. Semua perangkat yang di miliki milik sendiri, mulai komputer dan lain-lain, kalau kabupaten lainnya masih menyewa, bahkan ada yang menyewa ke BKN,” kata Sudarmanto dikantor BKD, Selasa (18/11).

Dikatakan Sudarmanto, terkait dengan perangkat CAT ini bisa dimanfaatkan bagi Pemkab Banyuwangi. “Dengan memiliki perangkat sendiri Banyuwangi bisa lebih luas pelaksanaan ujian CAT untuk penyelenggaraan ujian dinas, ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan lain-lainnya,” kata Sudarmanto.

Selain Bupati Anas yang meninjau pelaksanaan tes CPNS ini Koordinator Pengawas Ujian Tingkat Nasional dari Inspektorat BKN Pusat, Farel Simarmata dan Kepala Kantor Regional BKN Surabaya, Sudarmanto juga melihat langsung ujian di Banyuwangi. Mereka sengaja mengunjungi Banyuwangi untuk dijadikan sampel di Indonesia, sebagai satu-satunya kabupaten yang telah siap melaksanakan rekrutmen CPNS dengan sistem CAT secara mandiri. (Humas Protokol)

  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :