Thanksgiving Diawali Transplantasi Terumbu Karang
Rabu, 19 November 2014
Banyuwangi- Rangkaian perayaan Thanksgiving Pemerintah Amerika Serikat di Kabupaten Banyuwangi diawali dengan penanaman (transplantasi) terumbu karang di pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Konsul Jenderal AS di Surabaya, Joaquin F Monserrate, mengapresiasi langkah warga pesisir di Bangsring yang peduli melestarikan terumbu karang di tengah ancaman kerusakan. "Upaya pemuda di sini luar biasa melindungi terumbu karang. Nantinya ada warisan dari nelayan untuk generasi muda," kata Moserrate disela-sela penanaman terumbu, Rabu (19/11).
Dia mengatakan, tidak mudah mengajak para warga pesisir untuk ikut peduli melestarikan ekosistem biota laut. Mengubah mindsite warga, katanya, merupakan tantangan pekerjaan paling sulit. Namun dengan dedikasi dan ikhtiar tanpa henti, Joaquin salut pemuda dan penduduk di pesisir Bangsring bisa membuktikan bahwa konservasi terumbu karang ialah keniscayaan. "Mereka turut aktif merawat terumbu karang dari sampah, pengeboman ikan, dan ancaman global warming," kata dia.
Karena itu, ia memilih transplantasi terumbu karang di Bangsring menjadi salah satu rangkaian kegiatan thanksgiving di Banyuwangi. Pihaknya siap membantu upaya pelestarian terumbu karang di wilayah perairan Banyuwangi. Kegiatan ini sejalan dengan pemikiran Presiden AS, Barack Obama, yang menaruh perhatian terhadap pelestarian lingkungan dalam skala global. "Memang butuh respon global untuk mencegah global warming dan melestarikan alam. Termasuk di sini, kami siap bantu," ia menambahkan.
Adapun pilihan untuk merayakan thanksgiving di Banyuwangi lantaran kabupaten ini telah berstatus compasionate city alias kota welas asih. Joaquin mengklaim Banyuwangi adalah kabupaten pertama di Indonesia yang dipilih merayakan thanksgiving di luar kedutaan dan kosulat jenderal. Acara puncak thanksgiving ditutup dengan pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival pada 22 November. "Kota yang inklusif, dimana semua orang bisa diterima," katanya.
Aktivis lingkungan Bangsring, Ikhwan, mengatakan area konservasi terumbu karang di pantai tersebut saat ini seluas 15 hektare. Ia dan warga sekitar mulai beraktivitas melestarikan terumbu sejak 2008 dengan area inti konservasi setengah hektare. Berkat dedikasi warga, kata Ikhwan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan berupa empat unit kapal boat dan rumah apung ponton untuk budidaya inti terumbu karang.
Dana konservasi berasal dari bantuan donatur, Pemkab Banyuwangi, Pemrov Jatim, Kementerian Kelautan Perikanan, dan swadaya masyarakat. Ia berharap area konservasi terumbu karang semakin luas seiring kepedulian banyak pihak ikut mendukung program tersebut. (Humas Protokol)