The Recycle, Sulap Barang Bekas Jadi Furniture Mewah

Minggu, 20 Maret 2016


 BANYUWANGI - Banyak inspirasi untuk mengolah barang bekas atau daur ulang sampah untuk dijadikan benda bernilai. Salah satunya inspirasi dari Yudi Prananta, warga Jalan Raden Wijaya, Giri, Banyuwangi yang mampu menyulap aneka sampah menjadi furniture mewah.

Yudi mengatakan, banyak sampah yang bermanfaat di sekitar kita, hanya saja banyak orang yang tidak mengetahui ilmu rekayasa dan kegunaannya. Dia menyebutkan benda-benda seperti drum bekas, ban bekas, botol, pallet, dan masih banyak lainnya.  "Sampah-sampah ini biasanya saya kumpulkan dari lingkungan sekitarnya dan pengepul barang bekas, lalu saya olah," jelas Yudi yang juga berprofesi sebagai arsitek.

Ketertarikan Yudi menekuni pembuatan furniture diawali dari keresahannya melihat banyaknya barang bekas di lingkungannya. Saat itu Yudi berpikir untuk memberikan nilai lebih pada barang bekas yang ada di sekitarnya. "Banyak benda-benda seperti tong, ban bekas yang dibiarkan tidak terpakai oleh pemiliknya. Akhirnya saya terpikir untuk memanfaatkannya. Berbekal referensi dari banyak pihak, saya lalu bertekad menekuni bisnis ini.  Barang-barang bekas ini ternyata cocok juga dijadikan bahan pembuatan furniture ," kata Yudi.

Sejak awal 2015 pun, Yudi mulai menjalani bisnis ini di Kota Gandrung. Bersama istrinya, Tanti Wahyu, mereka melakoni bisnis ini mulai dari mencari dan memilah bahan, menentukan desain yang pas, hingga terlibat dalam proses produksinya. Produknya dilabeli The Recycle. Bahan baku untuk furniture buatannya mudah didapat. Biasanya Yudi membeli dari perorangan maupun pelaku usaha yang sudah tidak memanfaatkan barangnya. Seperti ban yang biasa didapat dari pengusaha bengkel untuk kemudian diproses menjadi furniture.

Dia menjelaskan, proses pemilahan dan pembuatan hiasan hasil daur ulang sampah memakan waktu selama 1- 3 hari, tergantung bahannya. "Jika dilihat seperti gampang gampang susah membuatnya, butuh ketelitian dan akurasi yang tepat untuk menghasilkan karya seni," kata Tanti.

Setelah produksi, pemasarannya saat ini masih dalam lingkup teman, kerabat, dan tetangga. Barang-barang olahan itu selanjutnya dibanderol mulai dari harga Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Furniture The Recycle itu antara lain  kursi tong, meja kayu pallet, kursi urat sampai dipan kasur dan masih banyak lainnya yang disesuaikan dengan orderan.

Meski belum setahun berjalan, produknya mulai dilirik banyak orang. Banyak pihak yang tertarik membesarkan produknya, termasuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi yang mengajak The Recycle turut dalam pameran event Green and Recycle Fashion  yang digelar di amphiteatre Pantai Boom, Banyuwangi Minggu (20/3).

"Rupanya DKP melihat produk kita. Sejalan dengan visinya yang ingin mengoptimalkan pemanfaatan sampah, mereka lalu mengajak kita untuk berperan serta dalam acara fashion faur ulang ini," ujar Yudi. Yudi optimis, produk daur ulangnya ini mampu bersaing di pasaran. Mengingat masyarakat mulai tumbuh kesadaran akan pemakaian barang yang ramah lingkungan. "Kami yakin bisa laku di pasaran, karena kami jual furniture yang menarik namun dengan bahan yang berbeda. Apalagi sekarang Banyuwangi akan memiliki market place, pasti ruang pemasaran kami akan meluas," ujar Yudi.  (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :