THL DKP Terima Bonus Gaji Bupati Selama Setahun

Rabu, 26 Juni 2013


BANYUWANGI – Enam ratus Tenaga Harian Lepas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (THL DKP) Kabupaten Banyuwangi  hari ini, Rabu (26/6), menerima bonus sejumlah uang dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Bonus ini merupakan ungkapan terima kasih dari Bupati Anas atas kerja keras para THL sehingga Banyuwangi berhak memperoleh Piala Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Usai memberikan bonus tersebut, Bupati Anas mengajak seluruh THL dan para pejabat komponen Pemkab Banyuwangi bernostalgia. “Masih ingat nggak? Setelah Banyuwangi dinobatkan sebagai kabupaten terkotor, dulu saya berdiri disini sambil mengatakan, tugas menyapu itu adalah bagian dari keimanan. Itu sebabnya saya kemudian mengangkat banyak THL untuk membantu mewujudkan Banyuwangi jadi bersih,”kata Bupati.

Kemudian, lanjut Bupati, upaya THL mulai terlihat ketika pada 2012 Banyuwangi mendapatkan sertifikat Adipura, dan yang terbaru (10 Juni 2013), Banyuwangi dinobatkan sebagai salah satu penerima Piala Adipura. “Sekarang saya bahagia, semua pesapon berhasil memboyong Piala Adipura,”tandas Bupati disambut tepuk tangan para THL.   Bupati menganalogikan keberhasilan Banyuwangi meraih Adipura ini ibarat pelajar, bagaikan baru lulus SMP. “Ke depan, kita harus mempertahankan prestasi ini sehingga kita bisa naik ke kelas 1 SMA, kemudian kelas 2  SMA dan seterusnya,”tegas Bupati. Untuk itu Bupati Anas bertekad akan terus membangkitkan partisipasi masyarakat di bidang kebersihan.

Tak hanya itu, Bupati Anas juga meminta kepada DKP dan THL agar  berimprovisasi dan membuat inovasi baru dalam mendesain lokasi-lokasi di Bumi Blambangan. “Setiap tahun harus ada pojok-pojok baru. Jadi orang yang datang kesini, setiap tahun merasakan kejutan ketika melihat progress Banyuwangi,”instruksinya.

Sementara itu, Kepala DKP Arief Setiawan menyatakan kebanggaannya atas peran THL dalam menciptakan Banyuwangi bersih dan indah. Pada 2011, Tim Penilai Adipura hanya memberikan score 63,79, dan dua bulan berikutnya naik pesat menjadi 73.  “Perolehan  piala Adipura tahun 2013 yang menjadi lambang kota terbersih ini merupakan perjuangan berbagai pihak.  Bukan hanya pesapon saja yang berjasa membersihkan setiap ruas jalan Banyuwangi. Ada petugas yang mengurusi Lampu Penerangan Jalan Raya (LPJU), sehingga sejalan dengan program Banyuwangi Menyala saat ini sudah hampir 10 ribu titik lampu yang menyala di seantero Banyuwangi. Bahkan petugas LPJU ini selalu siap 24 jam menerima pengaduan masyarakat terkait lampu mati,” ujar Arief.

Selain itu, tambah Arief, petugas pertamanan juga telah melakukan penanaman 128 jenis tanaman buah langka di sekitar GOR Tawangalun yang memang dibidik menjadi hutan kota. Dan tak kalah pentingnya, adanya Bank Sampah Banyuwangi (BSB) yang berhasil mengedukasi masyarakat dalam mengolah dan memilah sampah. Langkah BSB tersebut terbukti mampu mengurangi 20 persen volume sampah di Banyuwangi .

Berkat  upaya keras para THL, Bupati menganugerahkan satu tahun gaji pokoknya untuk para pahlawan kebersihan ini. Bonus yang dirupakan dalam bentuk tabungan tersebut masing-masing  sebesar Rp. 125 ribu. Kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan hadiah bagi THL yang pada saat peringatan Hari Sampah Nasional, 21 Februari lalu, berhasil menjadi pemenang lomba susur sungai Kalilo. Lomba susur sungai itu dilakukan di sepanjang aliran Kalilo  dengan tujuan untuk normalisasi saluran dan pembuangan air kotor. Dimana tiap peserta turun ke sungai dan membawa tas plastik atau karung untuk mengumpulkan sampah-sampah di sungai, sekaligus memisahkan sampah organik dan anorganiknya. Tiga orang yang menjadi pemenang berhak mendapatkan trophy dan uang pembinaan. Antara lain  Nurhariri (Rp. 1 juta), Edi Siswoyo (Rp. 750 ribu) dan Kun Wibowo (Rp. 500 ribu). Acara yang berlangsung di halaman DKP ini juga dirangkai dengan peringatan Isro’ Mi’roj dan menghadirkan KH Ahmad Shiddiq dari Pondok Pesantren Al-Anwari, Kelurahan Kertosari sebagai pembicara. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :