Tiga Nasehat Menkes Nina Moeloek untuk Tenaga Kesehatan Banyuwangi

Kamis, 15 September 2016


medical back-up nya hanya sekitar 30 persen saja," jelas Menkes nila.

Nasehat kedua ditujukan ke para punggawa puskesmas. Menkes mengajak puskesmas untuk menjadi "penjaga gawang" kesehatan masyarakat yang berpikir holistik.

"Menjaga kesehatan itu bukan hal yang mudah. Ini bukan menakut-nakuti, tapi memang benar-benar sulit. Oleh karena itu, sistem kesehatan harus kuat. Di sinilah peran puskesmas untuk menjadi penjaga gawang," ungkapnya. "Puskesmas harus menjadi agen promotif dan preventif kesehatan hingga ke level keluarga," imbuhnya.

Oleh karena itu, para tenaga kesehatan tidak hanya menerima pasien yang datang ke puskesmas atau rumah sakit. Akan tetapi ikut memberikan pendampingan tentang gaya hidup sehat dan menjaga lingkungan yang sehat pula.

Menurut menkes untuk mewujudkan hal tersebut, kementerian telah menerapkannya dengan sistem rujukan kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) diminta untuk bisa memeriksa pasien yang masuk dalam kategori 155 penyakit yang wajib ditangani.

"Dokter puskesmas berkewajiban melakukan pemeriksaan terhadap pasien tersebut, jangan langsung melakukan rujukan. Saya ingin agar rumah sakit rujukan kelas A itu nantinya doter-dokter spesialisnya itu menangani pasien di tingkat kesulitan tertentu saja. Sehingga dokter spesialis lebih banyak waktu untuk mengembangkan riset kesehatan. Riset yang berkembang, Indonesia tidak bakal lagi hanya jadi pasar," ujar Menkes Nila.

Untuk itu, lanjut Nila, puskesmas perlu memperbaiki layanannya. Dokter puskesmas dan dokter pelayanan primer juga harus meningkatkan kompetensinya. "Dokter puskesmas sudah harus bisa menangani 155 kategori penyakit tersebut. Kalau bisa yang tergolong penyakit katastropic pencegahannya menjadi kronis bisa ditangani Puskesmas," ujar Menkes.  

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menambahkan kinerja puskesmas terus meningkat. Dari data Dinkes, prosentase surat rujukan yang dikeluarkan puskesmas di Banyuwangi hanya 5 persen.

"Bila nasional mengamanatkan 10 persen, kami sudah mampu menekannya hingga lima persen. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit, memang di luar kategori 155 penyakit penyakit tersebut," ujar dr. Rio panggilan akrabnya.

Memacu kinerja puskesmas, imbuh dia, puskesmas di Banyuwangi diakreditasikan secara bertahap. Menurut Rio, ini salah satu cara untuk mengukur rinci kinerja layanan puskesmas.

" Tahun 2016, sudah dua puskesmas yang lulus akreditasi utama, 12 puskesmas dalam proses. Tahun depan kami ajukan 17. Target kami, 2018 semua sudah lulus akreditasi," harap Rio.

Pesan Nina Moeloek yang terakhir kepada tenaga kesehatan agar senantiasa mengembangkan sisi sosial. Menurutnya, menjadi dokter merupakan posisi yang sehrausnya tak semata untuk mengejar kapital.

"Meski jadi dokter spesialis, tapi separuh tubuh kita adalah sosial," pungkas menteri yang juga dokter spesialis mata itu. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :