Tim GHIPA/HIPA Bakorwil III Malang Kembali Nilai HIPA Banyuwangi

Jumat, 12 Juni 2015


BANYUWANGI-  Tim  penilai Gabungan Himpunan Pemakai Air (G-HIPA) dan HIPA Bakorwil III Malang, kembali melakukan penilaian terhadap HIPA Arumwangi, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Tim yang terdiri atas lima orang ini datang ke Banyuwangi selama dua hari untuk meninjau langsung lokasi HIPA.

Dalam seleksi lomba G-HIPA/HIPA se Bakorwil Malang, HIPA Arumwangi dinobatkan sebagai HIPA terbaik se Bakorwil III Malang dari penilaian aspek kelembagaannya. Aspek ini meliputi, teknis administrasi, pembiayaan keuangan mulai dari perencanaan hingga pelaporan. “Saat ini kami ingin tahu dari aspek tekniknya di lapangan. Apa sudah sesuai dengan hasil presentasinya yang dipaparkan di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu,” kata Kepala Bakorwil III Malang, Jonathan Judianto, Jum’at (13/6).

Selama dua hari, tim yang berasal dari akademisi Malang bidang  teknik Pengairan dan Teknologi Pertanian akan melihat secara keseluruhan aspek di lapangan. Mulai insfrastrukturnya, bangunan irigasi hingga kegunaan saluran air. Menurut Jonathan ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian dari aspek teknik ini,  diantaranya insfrastruktur, bangunan dan jaringan irigasi ”Kita akan cocokkan kondisi riil di lapangan dengan yang dipresentasikan. Kalau itu sesuai secara otomatis Banyuwangi akan lolos dan mewakili Bakorwil III Malang mengikuti lomba tingkat provinsi dan nasional,” ujar Jonathan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kehuatan dan Perkebunan, Ikrori Hudanto mengatakan,  dengan kedatangan tim yang kedua kali ini  bisa mendorong GHIPA/HIPA untuk terus eksis. GHIPA/HIPA di Banyuwangi sendiri keberadaannya langsung di bawah naungan pemerintah, yang tentunya segala kebutuhan dan keperluan GHIPA/HIPA banyak dibantu pemerintah. Diantaranya, pembangunan jaringan irigasi, pembinaan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga bantuan peralatan pertanian. “Para kelompok tani air ini bisa mengajukan bantuan dari pemerintah dengan membuat proposal. Dan kami pun langsung bisa memberikan bantuan sesuai yang mereka ajukan,” kata Ikrori.

Keberadaan HIPA ini sendiri penting, kata Ikrori, karena bisa mengatur ketersediaan air. Sehingga  tidak ada istilah kekurangan atau kelebihan air di saat musim hujan atau pun kemarau.  Di Banyuwangi sendiri ada 148 GHIPA dan 211 HIPA. “Ke depan selain hal-hal di atas pemerintah akan lebih me-match-kan antara HIPA dengan kelompok tani, sehingga Banyuwangi benar-benar bisa mewujudkan daerah dengan geografis pertanian yang bagus,”ujar Ikrori.

Sebelum meninjau lokasi, tim ini sempat bersilaturahmi kepada Wabup Yusuf Widiyatmoko dan diterima di ruang kerjanya, Jum’at (13/6). (Humas Protokol)  


 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :