Tim Kajida Wantannas Kunker ke Banyuwangi

Selasa, 21 November 2017


BANYUWANGI – Tim Pengkajian Daerah (Kajida) Sekretariat Jenderal  Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi untuk mendapatkan informasi aktual terkait ketahanan nasional di Banyuwangi, Senin (20/11). Kedatangan rombongan tersebut, diterima langsung Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi.

Informasi yang dihimpun tersebut antara lain terkait aspek ideologis, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan hukum, serta permasalahan menonjol dalam rangka merumuskan kebijakan strategis kepada Presiden.

Tim Kajida Wantannas ini terdiri dari Ketua Tim, Brigjen TNI Robert R. Lumempouw, sementara personel lainnya Brigjen Pol. Drs Edi Sukma Mulyono, Kolonel Lek Ir Yufie Syafari, Dr Abdul Rokhman, Ir Muhammad Iqbal ,MSc, Abdul Sofa, SH,MH.

Wantannas adalah lembaga negara yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Tugasnya membantu Presiden dalam menyelenggarakan pembinaan ketahanan nasional guna menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional Indonesia.

Ketua Tim Kajida Wantannas, Robert R. Lumempouw menyampaikan, kedatangannya bersama rombongan adalah untuk menggali dan menghimpun berbagai permasalahan di Banyuwangi. Temasuk permasalahan yang terkait dengan peningkatan pariwisata daerah untuk mendongkrak perekonomian warga.

“Berbagai permasalahan yang kami tampung dari sini, kami akomodir dan analisis terlebih dahulu. Selanjutnya, akan kami teruskan kepada Presiden untuk mencari solusinya,” kata Robert di depan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko.

Robert  mengaku, pihaknya akan melihat berbagai potensi yang ada di wilayah Banyuwangi. “Kami akan mengunjungi berbagai tempat, mulai dari UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Muncar Banyuwangi. Juga  Pabrik Pengalengan Ikan CV Pasific Harvest, pertambangan emas Tumpang Pitu, Kawah Ijen, Sentra industri kreatif Gintangan dan Pelabuhan Ferry Ketapang,” kata Robert.

Dalam kesempatan tersebut, Robert ingin memastikan bahwa kondisi kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini cukup aman. Kondisi seperti inilah, menurut dia, yang sangat diperlukan untuk keberhasilan pembangunan daerah.

”Kami ingin tahu apakah yang dilakukan pemkab sudah sesuai track-nya. Apa yang sudah baik perlu dilanjutkan dan terus berinovasi untuk merebut peluang-peluang pariwisata. Karena ke depan, sektor inilah yang diprediksi mampu mendorong perekonomian warga,” kata Robert.

Sementara itu, Yusuf mengatakan apa yang dilakukan pemkab sejalan dengan  dengan pemerintah pusat. Saat ini sektor pariwisata menjadi salah satu unggulan pembangunan di Banyuwangi. Yusuf pun menjelaskan alasan Banyuwangi memilih mengembangkan Banyuwangi dengan konsep ekoturisme.

“Banyuwangi itu khas. 40 persen wilayah kami terdiri atas taman nasional, perkebunan dan kehutanan. Karena itu kami putuskan pariwisata Banyuwangi harus dikembangkan dengan konsep ecotourism. Pariwisata yang berbasis atas keaslian alam dan pengembangannya juga selaras dengan alamnya,” kata Yusuf.

Konsep ekoturisme akhirnya membuahkan hasil setelah diterapkan. Bahkan beberapa duta besar mulai tertarik datang ke Banyuwangi. “Kami tak akan pernah berhenti mengembangkan pariwisata Banyuwangi, termasuk  untuk menjadikan sektor pertanian sebagai bagian menarik di dalamnya untuk diexplore. Serta pendidikan jadi bagian untuk menjadikan SDM-nya terdidik dan bisa mengembangkan pariwisata menjadi lebih baik,” pungkas Yusuf. (*)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :