Tim Penilai WTN Paparkan dan Serahkan Hasil Surveynya

Rabu, 26 Juni 2013


BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat kesempatan penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) 2013. Tim Penilaian WTN dari tingkat nasional yang diketuai Ir. Rasman Ginting, MSTr beserta anggotanya  hadir di Banyuwangi selama dua hari untuk melakukan  penilaian tentang prasarana, infrastruktur dan penyelenggaraan sistem transportasi, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Setelah melakukan survey, tim Penilai WTN memaparkan hasil surveynya, di Aula Rempeg Jogopati, Rabu (27/6) yang dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas beserta pejabat teras pemkab.

Dikatakan Rasman Ginting, penilaian WTN secara menyeluruh terhadap kabupaten Banyuwangi yang meliputi administrasi perencanaan, pendanaan, kelembagaan dan peraturan perundang-undangan.  Sumber Daya Manusia (SDM), angkutan, prasarana, lalu lintas, lingkungan. Teknis dan operasional (sarana, prasarana, lalu lintas, pelayanan kepada masyarakat), komitmen (political will) Kepala Daerah dan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan pembangunan transportasi, cukup baik. “Sebagian besar sudah sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan namun masih dijumpai angkutan kota yang kaca belakangnya tertutup stiker produk-produk tertentu,” canda Rasman.

Usai pemaparan, tim penilai menyerahkan hasil penilaian kepada Pemkab Banyuwangi, untuk dijadikan acuan membangun daerahnya lebih baik. Sementara itu  Kepala Bidang Perhubungan Darat, Hendra Lesmana, mengatakan setelah menerima hasil tentunya pemerintah akan segera memperbaiki segala kekurangan yang ada. Misalnya, pengemudi angkutan yang belum seragam akan diupayakan bisa seragam dan lain sebagainya. “Mudah-mudahan dengan hasil ini kita bisa meraih penghargaan WTN. Karena kita sudah lama tidak ikut penilaian WTN ini,” terang Hendra.   

Sekadar diketahui, penilaian WTN ini nantinya akan mengarah pada penghargaan WTN. Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun. Penilaian dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. Aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaiannya. (Humas dan Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :