Tingkatkan Kondusifitas Wilayah, Bakesbangpol Gelar Sarasehan
Selasa, 29 September 2015
BANYUWANGI – Untuk meningkatkan kondusifitas wilayah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) kembali menggelar sarasehan untuk para petugas keagamaan, Selasa (29/9). Acara yang digelar di Kantor Camat Srono ini dibuka langsung Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko.
Dalam sambutan pembukanya, Wabup Yusuf mengatakan kondusifitas wilayah memegang peranan yang sangat penting untuk keberhasilan pembangunan suatu daerah. Jika kondisi wilayah dan masyarakatnya sudah kondusif, semua kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan bisa dilakukan dengan lancar. “Jika kondusifitasnya terjaga, semuanya akan lancar,” kata Wabup Yusuf.
Untuk itu, lanjut Yusuf, kondusifitas daerah harus terus ditingkatkan. Caranya dengan selalu menjaga kekompakan dalam masyarakat mulai dari tingkat terendah di dusun hingga tingkat kabupaten. Termasuk menciptakan kesadaran dan solidaritas dalam kehidupan beragama. “Perbedaan agama jangan dijadikan masalah yang akan berujung pada perpecahan. Namun, jadikan itu sebagai wujud keragaman bermasyarakat yang harus saling dihormati dan dijaga keutuhannya,” imbuh wabup.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Djafri Yusuf menambahkan, acara ini merupakan pelaksanaan yang ke tiga di tahun 2015 ini. Sebelumnya telah digelar acara yang serupa di Kecamatan Glenmore dan Singojuruh. “ Kegiatan ini kami agendakan tiap tri wulan dan dilaksanakan di kecamatan-kecamatan,” terang Djafri.
Dikatakan Djafri, tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada para petugas keagamaan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Selain itu, memberikan fasilitasi untuk peningkatan kesadaran kehidupan bersosial dan beragama. Sehingga tercipta ketentraman dan keamanan dalam masyarakat. “Sarasehan ini dalam rangka mewujudkan sinergitas antara pemerintah daerah dan tokoh agama di wilayah-wilayah di 24 kecamatan yang ada di Banyuwangi,” kata Djafri.
Maksud dikumpulkannya para petugas agama ini, imbuh Djafri, adalah untuk menyatupadukan cara pandang, sikap, dan gerak langkah di kalangan petugas agama sehingga bisa membantu memberikan pemahaman tentang pentingnya soliditas agama kepada masyarakat di tingkat bawah. Karena, petugas keagamaan ini dianggap memiliki pengaruh sehingga bisa menjadi media yang tepat untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat di tingkat bawah.
Acara ini diikuti oleh 217 peserta yang merupakan guru ngaji dan takmir masjid se- Kecamatan Srono. Dengan nara sumber rektor Universitas 17 Agustus Banyuwangi, Sugihartoyo, dan perwakilan dari Polres Banyuwangi Syamsul Ma’arif. (Humas &Protokol)