Tingkatkan Layanan Kesehatan, Puskesmas Banyuwangi Terapkan Sistem Geospasial
Rabu, 9 November 2016
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi berupaya memacu kinerja pembagunan bidang kesehatan. Sejumlah inovasi pun terus dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah Puskesmas Sobo, Kecamatan Banyuwangi yang menelurkan program pemetaan wilayah kesehatan dan lingkungan warga untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya.
Program tersebut diberi nama Layanan Mo Duit, akronim dari mobile, terpadu, dan berbasis IT (informasi teknologi). Kepala Puskesmas Sobo Hanipan menjelaskan program ini merupakan pelayanan keliling ke rumah-rumah warga yang dilakukan petugas puskesmas. Bukan sekedar kunjungan konsultasi, mereka juga membawa peralatan medis lengkap dengan paramedisnya, mendatangi rumah warga yang sedang sakit untuk memberikan pengobatan.
"Ini rutin kami lakukan, jadwalnya minimal satu minggu sekali kami melakukan pemeriksaan langsung ke rumah warga. Selain yang terjadwal, kami juga turun langsung bila ada aduan dan permintaan dari warga. Biasanya mereka yang sakit dan tidak bisa datang berobat ke puskesmas," jelas Hanipan.
Setiap kunjungan ke lapangan, petugas puskesmas langsung melakukan pemutakhiran data sebaran masalah kesehatan warga melalui penggunaan sistem geospasial. Melalui sistem geospasial ini dapat dilihat sebaran penyakit kronis, menular, dan kondisi lingkungan warga sekitar.
“Kami merasa perlu menggunakan data geospasial agar dapat melakukan pemantauan terhadap kesehatan warga. Misalnya ditemukan penyakit berbasis lingkungan akan bisa dilihat dan dianalisa langsung dengan melihat informasi geospasial yang pernah ada sebelumnya. Ibu hamil resiko tinggi pun akan kami data, sehingga di sistem akan muncul detail kapan harusnya ibu diperiksa rutin. Program ini sangat membantu kami dalam merencanakan program secara akurat, terjamin dan mutakhir,” ucap Hanipan.
Hanipan menambahkan warga yang mengadu ke puskesmas dipastikan akan ditindaklanjuti dengan cepat. Hanya 30 menit dari pelaporan, petugas akan langsung melakukan pemeriksaan loasi warga.
“Inovasi ini kami rancang agar pelayanan kesehatan puskesmas bisa efesien dan efektif. Efisien karena mendekatkan layanan ke warga, efektif karena petugas memeriksa di rumah warga sekaligus menggunakan sistem data geospasial yang disana,” ujar Hanipan.
Lewat program ini, rata-rata dalam satu bulan Puskesmas melakukan pengobatan terhadap 41 ragam penyakit yang diderita masyarakat. Mulai Infeksi Saluran Penarpasan Akut (ISPA), Diare, TBC, gizi buruk, stroke, diabates dan ibu hamil resiko tinggi (bumilristi).
Selain untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke warga, program ini juga untuk memantau kualtas sanitasi warga. Menurut dia, kesehatan lingkungan ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit.
"Kunjungan kami tidak hanya memeriksa warga, namun kami juga melihat kondisi lingkungan warga sekitar. Bila kurang bagus, kami langsung penyuluhan tentang sanitasi," ujar Hanipan.
Sejak diluncurkan dua tahun lalu, imbuh Hanipan, layanan inovasi ini sudah mampu meningkatkan kesehatan warga. Angka kematian Ibu dan Anak (KIA) nol, di mana selama datahun lalu ditemukan 3 kasus.
“Kunjungan pasien ke puskesmas juga meningkat. Pada 2015 ada 44.893 pasien, pada 10 bulan di 2016 ini mencapai 60 ribu pasien. Menunjukkan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan semakin tinggi," ujar Hanipan.
Mengapresiasi program tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan kunjungan ke puskesmas tersebut, Rabu (9/11). Anas mengatakan saat ini pemkab terus mendorong pelayanan di puskesmas ditingkatkan.
“Layanan inovasi Mo Duit yang menggunakan sistem geospasial ini adalah bentuk penerapan IT dalam pelayanan publik. Tentu ini bagus, dan sesuai dengan karakter orang kota dengan tingkat migrasi sangat tinggi sehingga dibutuhkan peningkatan layanan agar cepat dan efektif,” kata Bupati Anas.
Dijelaskan Anas, salah satu strategi pemkab untuk meningkatkan layanan kesehatan ke depan adalah membangun dan memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama, yakni puskesmas. Warga yang berobat, tidak lagi harus ke rumah sakit namun cukup datang ke puskesmas yang bisa melayani 140 penyakit.
"Pasien tidak lagi sedikit-sedikit berobat ke rumah sakit, karena puskesmas sekarang pelayananannya juga sudah meningkat.Kunjungan pasien pun meningkat dari tahun ke tahun, seperti Puskesmas Sobo ini. Warga makin sadar, bahwa puskesmas mampu mengobati penyakit yang umum ada di masyarakat," kata Anas.
Ke depan, tambah pemkab akan terus memaksimalkan layanan kesehatan di puskesmas. Puskesmas akan terus direvitalisasi, dan fasilitas penunjang kesehatan akan bertahap dipenuhi.
"Kita tidak hanya membangun sarana dan prasarana yang melengkapi rumah sakit, namun kita juga membangun dan memperkuat pelayanan di puskesmas. Misalnya puskesmas yang belum melakukan rawat inap, akan ditingkatkan dengan bisa menerima pasien rawat inap" pungkas Anas. (Humas)