Tingkatkan Pemahaman Pelaku IKM, Disperindagtam Gelar Sosialisasi & Fasilitasi Uji Laboratorium

Jumat, 5 Juli 2013


BANYUWANGI – Untuk meningkatkan pemahaman pelaku industri kecil dan menengah agar memproduksi barang sesuai standar mutu dan kesehatan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Banyuwangi menggelar sosialisasi dan fasilitasi uji laboratorium bagi industri kecil dan menengah (IKM), Kamis (4/7). Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Ikhtiar Surya ini dibuka oleh Asisten Pembangunan dan Kesra Suhartoyo.

Dijelaskan oleh Suhartoyo, kiprah IKM  tidak bisa dikesampingkan karena  mampu menjadi pioneer pengentasan pengangguran dan kemiskinan. Selain mampu menyerap tenaga kerja, tutur Suhartoyo, IKM  juga menjadi solusi untuk menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus sebagai distributor hasil-hasil pembangunan. Namun, ujar Suhartoyo, berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN Community) 2015 nanti akan menjadi tantangan baru bagi IKM di Banyuwangi. “Menghadapi ASEAN Community, IKM dituntut untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar baru yang lebih luas dengan produk higienis dan berkualitas,”terang Suhartoyo.

Jika higienitas produk yang dipasarkan tidak mampu memenuhi keinginan publik, tambah Suhartoyo, dipastikan produk IKM asal Banyuwangi kalah bersaing di pasaran. Karena itulah, Pemkab Banyuwangi terus mendorong lahirnya produk pangan yang memenuhi standar kehalalan dengan jalan memberikan ruang fasilitasi uji laboratorium bahan baku produksi.

Sementara itu, menurut Kepala Disperindagtam Hary Cahyo Purnomo, kegiatan ini dilakukan memang untuk meningkatkan daya saing  IKM di Banyuwangi. “Berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan tahun 2012, Banyuwangi memiliki 16.794 unit IKM dengan jumlah penyerapan tenaga kerjanya sekitar 52.172 orang, dimana sebagian besarnya adalah IKM produk pangan. Oleh sebab itu Pemkab Banyuwangi berkomitmen mendorong tumbuhnya pelaku IKM yang mampu memproduksi tanpa menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya,”pungkas Hary. Kegiatan yang menghadirkan 70 IKM di Banyuwangi ini juga melibatkan nara sumber dari Disperindagtam dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Surabaya. (Humas & Protokol)    



Berita Terkait

Bagikan Artikel :