Tingkatkan Pendapatan Ekonomi, Kader PKK di Latih Membuat Kue Kering

Kamis, 12 Maret 2015


BANYUWANGI - Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga sekaligus mendukung pengembangan usaha industri kecil di Banyuwangi, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi membekali beberapa ketrampilan bagi kadernya. Salah satunya, memberikan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pembuatan Kue Kering. Pelatihan ini digelar di Gedung Wanita, Kamis (12/3) dengan mengikutkan 118 kadernya yang terdiri dari kelompok pangan kue kering dari Desa Setail, Kaligondo,Sumber Wadung, Genteng Wetan dan Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Mengapa kadernya dari sejumlah desa di Kecamatan Genteng?

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, pelatihan ini diikuti para kader PKK dari desa yang ada di Kecamatan Genteng. Karena, akar dari kegiatan ini merupakan usulan dari kader perempuan bawah yang digodok melalui musrenbang di kecamatan. “Usulan dari bawah memang menjadi prioritas kami dan itu disetujui pemerintah,” kata Ny Dhani Azwar Anas, saat membuka Pelatihan SDM Pembuatan Kue Kering, Kamis (12/3).

Dikatakan Ny Dhani Azwar Anas, sebagai leadingsektor perempuan dalam hal ini kader PKK ikut mendorong terciptanya industri kecil yang dimulai dari ibu-ibu melalui PKK. Dalam satu tahun ini akan PKK akan membuat bermacam-macam pelatihan. Salah satunya, pelatihan jahit menjahit untuk kader-kader PKK juga pelatihan-pelatihan SDM bagi kader PKK. Diantaranya, penanaman nilai-nilai moral dan fungsi keluarga. Pelatihan pengolahan ikan untuk Program Makanan Tambahan (PMT) balita taman posyandu dan pembentukan jaringan pelayanan perempuan dan anak.  Total anggaran untuk ini sekitar Rp 178 juta.

Dikatakan Ny Dhani Azwar Anas, pelatihan ketrampilan sangat penting. Khususnya bagi para ibu dalam peningkatan ilmu ekonomi keluarga. Dengan banyak ilmu salah satunya pelatihan pembuatan kue kering ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya, membantu meningkatkan ekonomi keluarga dengan jalan mengembangkan sebagai usaha kecil. “Dari data Kementerian Perindustrian permintaan kue kering selalu tinggi, apalagi menjelang lebaran. Karena itu ini bisa dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan,” kata Ny Dhani.

 Manfaat lain bisa membuat kue kering ini, kata Ny Dhani bisa safety keamanan pangan bagi keluarga. “Kita prihatin anak-anak suka jajanan pinggir jalan, ini bisa jadi alternatif jajanan anak-anak kita. Kalau dibuat sendiri secara otomatis kualitas dan keamananya terjamin dan tentunya higienis,” kata Ny Dhani.

Untuk pelatihan pembuatan kue kering ini, pada kader PKK diberi materi teknik-teknik membuat kue yang benar dari pemilik Wita Catering. Bahan-bahan mana yang berkualitas dan bisa membuat rasa roti yang enak. Peserta pelatihanpun langsung diajak praktek membuat aneka resep yang telah disiapkan. Diantaranya, brownies cookies, almond macaroons cookies, florentine cup cookies, kue jari manis. Selama pelatihan, para kader PKK dibimbing tenaga ahli dibidangnya.

Selain dibekali cara membuat kue, para kader PKK ini juga diberi bantuan alat membuat kue, mulai mixer roti, loyang, oven dan timbangan tepung serta bahan-bahan untuk praktek. Satu persatu peserta praktek membuat kue, ada yang mencetak, ada yang mengaduk hingga memilah hasil kue kering. (Humas Protokol)  

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :