TKW Sugiayem Membaik, Sabtu Besok Boleh Pulang
Kamis, 8 Oktober 2015
BANYUWANGI – Kondisi kesehatan Sugiayem (40), tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari mulai membaik. Sugiayem yang saat datang pertama kali di rumah sakit umum daerah (RSUD) Blambangan 16 September lalu dalam kondisi tidak sadar, kini sudah bisa diajak berkomunikasi. Rencananya Sabtu besok (10/10) Sugiayem sudah boleh kembali ke Tegalsari.
Sugiayem sebelumnya berada di ruang ICU, namun kini ia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap Agung Wilis. Dalam proses pemindahannya itu Sugiayem nampak sudah bisa tertawa dan menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Direktur RSUD Taufiq Hidayat dan perwakilan dari Kementrian Sosial.
Ketua Tim medis yang menangani Sugiayem, dr. Heri Subiakto mengatakan kondisi pasiennya tersebut aat ini sudah lebih baik. Awalnya, ketika pertama tiba di RSUD diagnosa rekam medis yang didapat dari rumah sakit di Taiwan penyakit utama Sugiayem adalah multiple brain lesion atau adanya tumor kecil yang tumbuh di bagian kiri otak Sugiayem. Massa tumor ini mendesak ruang otak hingga menimbulkan kejang-kejang dan hilangnya kesadaran.
“Akibat dari penyakit utama ini, dan lamanya masa perawatan selama di Taiwan hingga empat bulan mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit lain seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru-paru, an timbul ulkus atau luka pada punggung yang telah mencapai grade 4. Penyakit penyakit ini yang kita tangani diawal sembari mengurangi sakit pada penyakit utamanya,” kata Heri.
Dengan penanganan yang intensif dari tim dokter semua penyakit penyerta Sugiayem mulai sembuh. Bahkan luka di bagian punggung belakang yang menimbulkan lubang cukup besar, mulai mengecil. “Untuk luka 1 bulan lagi sudah akan sembuh total. Sedangkan untuk mengurangi sakit akibat tumor di otaknya kita memberikan pengobatan untuk mengurangi kekakuan syaraf dan vitamin untuk otak,” terang Heri.
Selain itu untuk memperkuat daya tahan tubuh, tim dokter juga memperbaiki nutrisi dari pasien dengan makanan tinggi kalori, protein, dan vitamin. “Kalau dulu untuk meberikan makanan harus dengan makanan cair seperti jus sekarang justru pasien maunya buah segar,” cetus Heri.
Direktur RSUD Blambangan dr. Taufiq Hidayat menambahkan jika perawatan pasien selama 22 hari di RSUD Blambangan membawa hasil yang positif. Untuk itu, Sugiayem sudah dibolehkan pulang pada Sabtu (10/10). Namun sebelum dirawat di rumah, dr. Taufiq menjelaskan jika pasien akan terlebih dahulu di rawat di Puskesmas Tegalsari.
“Sugiayem sudah terdaftar di BPJS maka selanjutnya untuk meneruskan pengobatan maupun check up akan menggunakan fasilitas ini,” pungkas dr. Taufiq. (Humas Protokol)