Trotoar Sudah Bagus, Tidak ada Calo Pengurusan Uji Kendaraan

Jumat, 13 Juni 2014


BANYUWANGI – Penilaian Wahana Tata Nugraha 2014 oleh Kementrian Perhubungan telah selesai dilakukan. Sebelum kembali ke Jakarta, tim Juri dari Kemenhub  melakukan pemaparan hasil penilaian tersebut dihadapan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, Formpimda dan jajaran Pemkab Banyuwangi di Aula Rempeg Jogopati, Kamis (12/6).

Kepala Dinas Perhubungan Suprayogi melaporkan, sebelumnya Banyuwangi telah lolos penilaian WTN tahap pertama yang meliputi penilaian administrasi, perencanaan , SDM, lembaga dan teknis operasional.  Sedangkan untuk penilaian WTN yang baru saja dilakukan adalah penilaian tahap 2 dan 3. “Penilaian tahap ini dilakukan oleh tim nasional dari Kemenhub yang berlangsung 11-12 Juni,” kata Suprayogi.

 Obyek penilaian yang disasar oleh tim WTN antara lain gedung pengujian kendaraan bermotor di jalan KH. Agus Salim, terminal Brawijaya, terminal Karang ente, angkutan kota (angkot) dan ruas-ruas jalan.”Ruas jalan yang dinilai antara lain jalan A. Yani, PB Sudirman, Wahid Hasyim, Jaksa Agung Suprapto, dan Dr. Sutomo,”kata Suprayogi.

Sementara itu Ketua tim juri WTN, Djamal Sebastian mengatakan penilaian WTN dilakukan secara nasional. Khusus Jawa Timur penilaian dilakukan di 24 kota/kabupaten. “Seluruhnya ada 6 tim penilai di Jawa Timur. Kami sendiri akan melakukan penilaian di Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan,”  kata Djamal.

Djamal melanjutkan, materi penilaian terbagi atas penilaian lapangan dan penilaian komitmen daerah. Penilaian lapangan antara lain terdiri dari sarana prasarana transportasi, angkutan umum, lalu lintas, terminal, parkir kendaraan, trotoar, halte dan marka jalan. “Penilaian lapangan kami lakukan dengan mengecek secara langsung kondisi sebenarnya dari objek penilaian,” ujar Djamal.

Pada objek angkutan umum penilaian yang dilakukan meliputi penampilan, kelengkapan tulisan trayek dan tarif, serta kelaikan jalan kendaraan. “Di lapangan kami menemukan pengendara angkot sudah berseragam, tulisan trayek dan tarif juga terpasang. Namun jumlah angkot di Banyuwangi hanya sedikit. Tapi ini sudah baik karena di daerah lain malah tidak punya angkot karena tergusur angkutan tidak resmi seperti ojek,” urai Djamal.

Pada penilaian Prasarana tim menyasar fasilitas penyeberangan jalan, marka dan  rambu  serta ruang milik jalan.  “Secara umum sudah baik, marka dan rambu sudah terpasang. Namun masih ditemukan ruang milik jalan yang difungsikan tidak semestinya seperti tambal ban,” kata Djalal.

Sementara itu untuk penilaian trotoar dibeberapa ruas jalan sudah sangat  baik. Terutama tersedianya fasilitas trotoar untuk  difabel. Meskipun masih ditemukan alih fungsi trotoar yang dipakai berjualan dan parkir kendaraan. “Saran kami perlu adanya himbauan pada masyarakat dan jika diperlukan  penertiban untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya,” cetusnya.

Sedangkan pada penilaian halte, jumlahnya dirasa masih kurang. Ini menyebabkan banyak angutan umum yang berhenti tidak pada tempatnya. “Kami menyarankan adanya penambahan fasilitas halte, tidak perlu bangunan fisik cukup rambu sebagi simbol halte,” imbuhnya.

Djamal juga memaparkan perlunya penataan parkir di beberapa ruas jalan terutama di wilayah kota. Seperti perlunya melengkapi parkir dengan marka dan rambu agar kendaraan lebih rapi. Sedangkan untuk penilaian lalu lintas kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sangat baik, terutama dalam hal penggunaan helm standar dan menyalakan lampu disiang hari. “Hanya ditemukan beberapa yang masih belum disiplin, ini memang diperlukan edukasi yang teru menerus,”sarnnya.

Sedangkan pada penilaian Komitmen Pemerintah Djalal mengawalinya dengan pelayanan pada masyarakat yang dianggap sudah baik. “ Kami menilainya pada fasilitas pengujian kendaraan bermotor dimana tidak ditemukan calo yang berkeliaran,” puji Djamal.

Selain itu penilaian juga dilakukan pada aspek pendanaan, aspek regulasi, aspek program unggulan dan aspek keselamatan. “Secara umum semua aspek sudah baik terutama yang kita soroti adalah aspek keselamatan. Karena aspek ini adalah ujung dari semua penilaian yang dilakukan yakni terciptanya keselamatan bagi pengendara di jalan raya,” imbuh Djamal.

Semua penilaian tersebut, kata Djamal akan dibawa ke kantor pusat untuk penilaian lebih lanjut. Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan akan dilakukan pada bulan September mendatang.

Sementara itu Wabup Yusuf Widyatmoko menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim juri WTN di Banyuwangi. Wabuh berharap dengan adanya penilaian WTN akan memberi dampak positif bagi transportasi publik di BAnyuwangi. “Apapun hasil dari penilaian ini kami akan mensyukurinya namun akan lebih berbhagia lagi kalau bisa membawa pulang piala WTN 2014,” pungkas Wabup.

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :