Tumbuhkan Budaya Bersih, Bupati Libatkan Semua Pihak
Selasa, 25 Maret 2014
BANYUWANGI - Bupati Abdullah Azwar Anas mengundang seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Camat se Kabupaten Banyuwangi, serta para Lurah di wilayah kota Banyuwangi, Giri, Glagah, Kalipuro di Pendopo Shaba Swagata, Senin malam (24/3). Dalam pertemuan tersebut Bupati mengajak semua pihak untuk melakukan rencana aksi bersama menumbuhkan budaya bersih di masyarakat.
Bupati Anas mengatakan, di pagi hari ketika berangkat menuju kantor dengan bersepeda, dirinya sengaja melewati jalan-jalan kecil dan gang-gang sempit di beberapa wilayah Kota Banyuwangi . Ternyata masih ditemukan sampah yang terserak di jalan dan warga yang membuang sampahnya ke sungai.
“Waktu masuk salah satu gang di wilayah Tukang Kayu, selokannya penuh genangan, kotor karena banyak sampah. Ternyata budaya hidup bersih masyarakat kita masih jauh dari harapan. Bersihnya baru di jalan-jalan protokol. Ini adalah tugas kita semua untuk menciptakan budaya bersih. Masyarakat harus dilibatkan secara langsung menciptakan kebersihan di lingkungannya masing-masing,” kata Bupati.
Bupati Anas langsung meminta seluruh Kepala SKPD, Camat, para Lurah, RW dan RT beserta perangkat masing-masing untuk terjun langsung dalam rencana aksi menumbuhkan budaya bersih di masyarakat. Bupati menyampaikan rencana aksi tersebut akan dipimpin langsung olehnya bersama dengan Sekkab Slamet Kariyono. “Saya minta SKPD, Camat,Lurah dan perangkatnya melakukan rencana aksi bersama yang dipimpin langsung oleh saya dan Pak Sekda,” ujar Bupati Anas.
Rencana aksi itu antara lain membagi tanggung jawab kebersihan wilayah kepada SKPD. Nantinya SKPD tersebut harus secara rutin memantau kebersihan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan membuat aksi-aksi kebersihan bersama warga. Begitu juga Camat, Lurah, Ketua RW dan Ketua RT secara rutin mengajak warga untuk kerja bakti membersihkan lingkungan minimal di seputar tempat tinggalnya. Lomba kebersihan juga akan diadakan sebagai penyemangat warga. “Budaya bisa tumbuh dari kebiasaan. Begitu juga dengan kebersihan, kalau biasa dan rutin menjaga kebersihan maka akan menjadi budaya,” katanya.
Bupati juga meminta Para Camat membagikan insentif RT/RW di lakukan di gang-gang sempit , begitu juga dengan rapat baik rapat tingkat Kelurahan, Kecamatan bahkan rapat Bupati perlu diadakan di daerah-daerah kumuh. “Kalau dipakai rapat, pasti lingkungan itu dibersihkan,” ujar Bupati.
Untuk hasil yang maksimal Bupati juga akan menggandeng media baik cetak maupun radio untuk menumbuhkan kesadaran budaya bersih masyarakat. Salah satunya radio diminta melaporkan langsung kondisi jalan atau sungai-sungai yang masih kotor. “Nanti setiap pagi radio bisa on the spot, melaporkan secara langsung kondisi jalan kampung atau sungai masih ada sampah atau tidak, kalau ada yang membuang sampah disungai juga bisa bisa langsung dilaporkan.” ucap Bupati.
Bupati melanjutkan selama ini untuk kawasan Kota Banyuwangi, di wilayah seputar Pendopo, Taman Blambangan, dan Kantor Pemda yang diistilahkannya sebagai segitiga emas, kebersihannya telah terpelihara secara kontinyu. Begitu juga kondisi pasar sudah mulai bersih dan rapi. Selanjutnya Bupati akan mulai menata dan membersihkan kawasan Pantai Boom, targetnya beberapa bulan kedepan Pantai Boom telah menjadi tempat wisata yang nyaman. “Membersihkan Pantai Boom bukan pekerjaan mudah, harus dilakukan dengan istiqomah karena memang sampahnya sangat banyak dari sungai-sungai yang bermuara kesana,” tutur Bupati.
Untuk itu perlu bantuan sungguh-sungguh dari semua pihak, serta keterlibatan semua kampung-kampung di seputar wilayah Pantai Boom. Jika kampung-kampung seperti Kampung Ujung dan Kampung Mandar mampu memlihara dan menjaga kebersihan akan didorong menjadi wisata perkampungan. “Kalau Pantai Boom bersih, wisata akan tumbuh hingga ke kampung-kampung sekitarnya. Bisa jadi jemur baju jadi atraksi wisata menarik kalau tempatnya bersih. Seperti di Venezia yang gang-gangnya sempit namun jadi tempat pariwisata,” tutur Bupati. (Humas & Protokol)