Tumbuhkan Generasi Pecinta Seni Lewat Pentas Seni Budaya

Selasa, 14 Februari 2017


BANYUWANGI – Menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah terus tumbuh, Banyuwangi kini mengembangkan atraksi wisata baru. Mulai Januari 2017 lalu, digelar pertunjukan budaya setiap hari di tengah kota yang pelakunya adalah siswa sekolah dari seluruh pelosok penjuru Banyuwangi. Halaman Gedung Pamer milik Pemkab Banyuwangi yang terletak di jantung kota kini setiap malam hari selalu meriah oleh penampilan beraneka atraksi seni budaya. Seperti Kamis malam (13/2), puluhan siswa gabungan dari tiga di Kecamatan Songgon menampilkan beragam kesenian, mulai dari tari Gandrung, jaranan, hingga pantomim. Semua dimainkan oleh siswa sekolah, termasuk musik tradisional pengiring tarian turut dimainkan anak sekolah. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan atraksi ini akan menjadi tujuan wisata baru di Banyuwangi. Setiap wisatawan yang datang ke Banyuwangi, saat ini bisa menyaksikan pertunjukkan budaya setiap hari di tengah kota.  “Kami mendapatkan masukan, banyak wisatawan yang sebenarnya ingin melihat pertunjukkan kesenian Banyuwangi. Maka mulai Januari, lalu kita mulai menggelar pertunjukkan seni dan budaya lokal setiap hari,” kata Anas. Namun di balik pertunjukan itu, Anas mengungkapkan pentas seni budaya ini digagas sebenarnya untuk menyiapkan panggung bagi generasi penerus budaya. Semua kesenian lokal yang ada di wilayah masing-masing ditampilkan secara bergilir. "Panggung ini menjadi media bagi anak-anak untuk berani tampil di panggung yang lebih luas, yang lebih banyak ditonton warga. Tidak lagi hanya tampil di tingkat desa atau kecamatan saja. Kita terus kasih ruang bagi generasi penerus budaya. Ini modal bagi mereka untuk membentuk kepercayaan dirinya," ujar Anas. Penampil pentas seni ini digilir dari seluruh sekolah di Banyuwangi. "Ini juga bentuk pemerataan, siswa di pelosok desa kami berikan kesempatan yang sama untuk bisa tampil di kota. Dan terbukti, penampilan siswa asal Songgon tak kalah jauh dengan penampilan sekolah di kota," ujar Anas. Seperti yang dituturkan Khusnul khotimah siswa SDN 1 Sumberbulu Songgon. Khusnul yang datang bersama rombongan satu bus ini mengaku sangat senang diberi kesempatan bisa manggung di kota Banyuwangi. "Awalnya malu dan takut waktu mau mulai, tapi pas manggung rasanya senang banget. Semoga acara semacam ini diadakan terus, biar kita ada kesempatan nari di kota. Sudah sering kalau nari di sekitar sekolah atau desa saja," ujar siswi kelas 5 ini. Menurut Anas, konsistensi memberikan ruang bagi generasi pecinta seni ini penting untuk mendorong tumbuhnya talenta. Karena, selama ini anak-anak banyak didorong mempelajari seni, tapi jarang diberikan ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka pelajari dan mereka senangi. "Bagi kami, kesenian dan pariwista tidak hanya untuk mendatangkan turis.  Atraksi wisata yang kita buat, adalah salah satu cara untuk konsolidasi budaya. Mereka harus berlatih rutin sebelum tampil, belum lagi mereka harus berlatih atraksi bareng dengan siswa lintas sekolah. Konsolidasi budaya perlahan akan tercipta," terangnya. Selain menggelar pentas seni dari hari Minggu sampai dengan Jumat, Banyuwangi juga memiliki agenda wisata Banyuwangi Weekend. Acara ini juga merupakan atraksi budaya yang digelar setiap Sabtu malam di taman kota, Taman Blambangan. Jika pentas seni diisi siswa sekolah, atraksi malam minggu ini pelakunya adalah sanggar seni. "Di Banyuwangi sekarang tiap hari diramaikan atraksi budaya, melengkapi destinasi wisatanya. Kita buka ruang yang lapang bagi generasi penerus seni. Jadi, Banyuwangi tidak akan kehilangan generasi penerus kebudayaannya, karena sudah menyiapkan talenta-talenta sejak dini dengan membuka ruang yang luas," kata Anas. Sementara itu, salah satu siswa peserta pentas seni Bagus Prasetyo mengaku sangat antusias dengan acara ini. Pada bulan Februari ini, dia mendapat kesempatan tampil dua kali. Selain sebagai pengiring musik tradisional pada malam ini, minggu depan dia akan ambil bagian dalam kesenian Mocoan Pacul Gowang. "Mocoan ini seperti kesenian Janger, kita harus menghapalkan dialog Using. Susah, sudah seminggu lebih saya belajar, tapi tetap latihan biar bisa tampil di sini lagi minggu depan," aku siswa kelas 6 SDN Balak Soggon. (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :