Turis Perancis Kepincut Even Banyuwangi International Run
Minggu, 9 Oktober 2016
BANYUWANGI – Even Banyuwangi International Run tidak hanya menarik animo atlet profesional dan amatir dari dalam negeri, tapi juga sejumlah pelari dari mancanegara. Diantaranya, Thailand, Malaysia, Perancis, dan Kenya. Bagi mereka even ini sangat menarik, seperti diungkapkan Ludovic Malpel dari Perancis.
Malpel adalah turis asal Perancis yang tengah berlibur ke Indonesia. Banyak daerah yang dia kunjungi, termasuk Banyuwangi. Bagi dia Banyuwangi sangat menarik apalagi pas kebetulan ada even bertaraf international.
Malpel berada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sejak kemarin, Sabtu (8/10), rencananya dia akan tinggal selama empat hari di sini. Begitu tiba, dia langsung naik ke Gunung Ijen melihat indahnya panorama kawah ijen. “Saat perjalanan ke sana (Gunung Ijen-red), saya melihat banner Banyuwangi International Run. Saya tertarik dan langsung mendaftar,” kata Malpel sesaat sebelum balap lari dimulai.
Selain suka travelling, Mapel juga seorang pelari amatir dan sering mengikuti even serupa di negaranya. “Ini adalah event pertama yang saya ikuti di Indonesia, sebelumnya saya juga pernah ikut di Bangkok, Thailand,” ujar dia.
Mengikuti perlombaan di Banyuwangi ini, menurut dia, cukup menantang karena cuacanya cukup panas. Meski demikian, Malpel mengaku sangat menikmati perlombaan ini. “It’s really hot, but I enjoy it. Tempatnya Ok, acaranya bagus, tertata dan penyelenggaranya juga terkoordinir dengan baik. Bahkan nomor pesertanya sudah dilengkapi dengan chip. Bagi saya, ini sebuah even yang menyenangkan,” imbuh nya.
Perawakannya yang tinggi jangkung dengan kulit putih kemerahan, membuat turis ini menjadi obyek perhatian penonton, mulai dari siswa hingga ibu-ibu. Bahkan, tak sedikit yang mengajaknya ber-wefie dan belajar ngobrol menggunakan Bahasa Inggris.
Salah satunya, Anggaraksa Maulana, siswa kelas XII SMAN I Giri. Angga terlihat antusias bercakap-cakap bersama Malpel. Mulai bertanya nama, hobi, hingga cerita tentang negara asal nya. “Asyik banget bisa ngobrol sama bule. Orangnya juga welcome. Saya jadi gak grogi dan bisa ngobrol panjang sama dia,” ujar Angga.
Angga sengaja datang ke lokasi Banyuwangi International Run karena memang merasa antusias untuk mengasah kemampuan berbahasa asingnya. Karena even Internasional, Angga dan belasan siswa SMAN I Giri lainnya merasa event ini tepat untuk berkomunikasi dengan orang asing.
Berbeda dengan Dyah yang justru menggunakan moment langka ini untuk ber-selfie dengan turis. “Mumpung ada turis, saya kepingin foto bareng. Mau saya jadikan unggah di twitter saya, sekalian promosi even di Banyuwangi,” katanya bersemangat. (Humas)