Unair Banyuwangi Dinilai Penuhi Standar Kementerian Ristek dan Dikti

Rabu, 30 September 2015


Unair Banyuwangi Dinilai Penuhi Standar Kementerian Ristek dan Dikti

BANYUWANGI – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) menilai penyelenggaraan Universitas Airlangga (Unair) PDD (pendidikan di luar domisili) Banyuwangi telah memenuhi standar pendidikan tinggi.
“Kami melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin. Hasil evaluasi kami, keberadaan Unair Banyuwangi sudah memenuhi standar Dikti. Mutunya terbilang bagus. Mulai dari proses penyelenggaraan pembelajaran, bagunan fisik, hingga administrasi kemahsiswaan,” kata Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristek dan Dikti, Dr Ir Patdono Suwignyo.

Patdono mengatakan, dirinya melakukan monitoring bersama Dirjen Dikti Prof Djoko Santoso untuk mengecek semua aspek penyelenggaraan Unair Banyuwangi yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir.
Patdono mengatakan, setiap kampus PDD akan selalu dievaluasi dan dimonitor oleh kementeriannya. Jika belum sesuai mutu kementeriannya, maka tidak bisa diteruskan izinnya. "Unair PDD Banyuwangi untuk semua aspeknya telah memenuhi kualifikasi," kata dia.

Dia mencontohkan, untuk rasio dosen dan mahasiswa, Unair Banyuwangi sudah sangat ideal. Normalnya, rasio dosen dan mahasiswa untuk program studi (prodi) eksakta 1: 30, dan prodi sosial perbandinganya 1: 40. “Nah, Unair Banyuwangi ini kan mahasiswa ada sekitar 300 dari dua angkatan. Sementara dosennya ada 30 orang. Berarti rasionya 1: 9. Rasio ini sangat bagus. Tidak ada PDD kampus lain yang lebih bagus dari PDD Unair Banyuwangi untuk saat ini,” kata Patdono.

Selain mengevaluasi jumlah dosen, Kementerian Ristek dan Dikti juga memonitor proses pembelajaran mahasiswa di kelas-kelas untuk memastikan prosesnya sama dengan yang ada di kampus utama, yaitu Unair Surabaya.

"Kami akan mendukung pengembangan PDD Unair Banyuwangi ini. Saya akan terus suport dan mendukung perluasan prodi hingga Unair Banyuwangi ini benar-benar berdiri sendiri,” kata Patdono.
Direktur Unair Banyuwangi Tjitjik Tjahjandarie PhD menambahkan, kualitas proses rekrutmen mahasiswa hingga kelengkapan penyelenggaraan pendidikan terus ditingkatkan. Secara adminitrasi dan proses akamedmik Unair Banyuwangi terintegrasi langsung dengan Unair Surabaya. Sehingga kehadiran mahasiswa pun bisa dicek secara otomatis. Proses pembelajaran pun terstandardisasi dengan kampus utama. “Tidak ada bedanya antara Uniar Banyuwangi dan Surabaya. Ini bukan second class, tetapi Unair yang berstandar sama dengan kampus utama. Kami sudah all out untuk memastikan penyelenggaraan PDD Unair di Banyuwangi semakin berkualitas, termasuk rekrutmen mahasiswa melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri,” kata Tjitjik.


Sejak berdiri Maret 2014 lalu, PDD Unair Banyuwangi menempati lahan pinjam yang cukup memadai dan fasilitas yang lengkap. Di antaranya, ada ruang kelas, laboratorium dan ruang baca serta sarana olah raga dan aula. Ada empat prodi Unair Banyuwangi ini, yaitu Akuntansi, Budidaya Perairan, Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Hewan. “Sementara ini kampus Unair Banyuwangi masih pinjam lahan, tetapi untuk perkembangan ke depan telah disiapkan lahan seluas 30 – 50 hektar,” ujar Tjitjik.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, keberadaan Unair Banyuwangi diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM sekaligus menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu alternatif tempat menempuh pendidikan tinggi bagi mahasiswa seluruh Indonesia. "Dengan kehadiran mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berkuliah di Unair Banyuwangi diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal," kata Anas.

Kehadiran Unair Banyuwangi juga diharapkan bisa membantu penyelesaian berbagai problem di masyarakat dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Ke depan kami ingin Unair mengembangkan prodi yang lebih banyak. Salah satunya dibukanya fakultas kedokteran. Untuk perluasan kampus, sementara kami telah mengganggarkan Rp 5 miliar untuk pembangunan ruang kelas dan kelengkapan lainnya di samping bangunan yang sekarang,” ujar Anas.  (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :