UNDIP Jadikan Banyuwangi Obyek Belajar Management Pemerintahan

Senin, 18 Januari 2016


UNDIP Jadikan Banyuwangi Obyek Belajar Management Pemerintahan

BANYUWANGI – Kemajuan pesat Banyuwangi menarik perhatian berbagai kalangan, dari birokrat hingga mahasiswa, untuk belajar ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. Puluhan mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang menjadikan Banyuwangi sebagai obyek belajar Management Pemerintahan. Selama sehari penuh, Senin (18/1) mereka mencari tahu strategi dan inovasi pemkab mempersiapkan SDM untuk menghadapi MEA yang sudah di depan mata.

Para mahasiswa ini menilai, Banyuwangi salah satu kabupaten yang telah membekali birokrasinya dengan manajemen pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Salah satunya Banyuwangi memiliki fasilitas khusus buat setiap tamu yang datang ke kantor Bupati Banyuwangi, yakni sebuah lounge atau ruang tunggu pelayanan publik yang eksklusif dan nyaman. Di sini semua pengunjung bisa mengakses berbagai data di semua SKPD di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

Di dalam ruang lounge tersebut disediakan empat layar komputer besar yang tersambung dengan internet. Di dalamnya terdapat berbagai data seputar kinerja SKPD maupun laporan APBD daerah yang bisa diakses dengan mudah. Di situ juga terpasang kamera CCTV yang memantau sejumlah aktivitas di kantor pelayanan publik di seluruh Banyuwangi.

“Banyuwangi memang keren ya punya Lounge sebagus ini. Desain interiornya sangat moderen, jadi bagus buat selfie-selfie, kayak di lobby hotel bintang lima. Tak hanya bagus, fasilitas IT nya juga lengkap sehingga kita bisa mengakses dengan mudah berbagai informasi dan melihat kegiatan pelayanan publik di semua satker,” kata Angie Permatasari, Mahasiswa UNDIP semester V. Bukan hanya Angie, mahasiswa yang lain pun nampak bergairah melihat suasana nyaman Lounge Pemkab yang sangat menarik bagi kamera.

 Selain lounge, sejumlah inovasi Banyuwangi juga mendapat apresiasi positif dari banyak pihak. Inovasi tersebut mampu membawa nama harum Banyuwangi dengan berkali-kali memperoleh penghargaan mulai tingkat regional hingga internasional. “Itulah yang menginspirasi kami untuk menjadikan Banyuwangi sebagai obyek kuliah kerja lapangan (KKL) mahasiswa kami. Kami takjub dengan keberhasilan Pemkab Banyuwangi yang sangat pesat  ini,” jelas dosen pendamping kuliah kerja lapangan, Dzunuwanus Ghulam Manar.   

Dzunuwanus menambahkan, KKL ini bertujuan untuk mengajak para mahasiswa melihat secara langsung kinerja daerah yang dinilai berhasil serta memperkenalkan kepada mereka figur pimpinan daerah yang berkarakter kuat sehingga mampu membawa perubahan daerahnya ke arah yang positif.

“Setelah sampai di sini, memang Banyuwangi beda. Inovasi-inovasinya ‘gila’. Menurut saya Banyuwangi memang patut dijadikan contoh daerah lain. Dan saya meyakini, ini tidak terlepas dari kepiawaian Pak Anas sebagai pimpinan daerah yang menjabat pada lima tahun terakhir. Jadi saya berharap, para mahasiswa nanti juga bisa meneladani pola kepemimpinan beliau yang kreatif dan inovatif,” ujar Dzunuwanus.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono, menambahkan, sejumlah capaian kinerja terkait akuntabilitas pemerintahan telah dicapai Banyuwangi dalam kurun lima tahun terakhir. Antara lain Banyuwangi telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Murni atas laporan kinerja keuangan pemerintahannya selama tiga tahun berturut-turut, sistem pengelolaan keuangan daerah Banyuwangi telah dirancang bisa diakses secara real time. (Humas Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :