Ungkapan Bela Sungkawa, Kadispendik Langsung Datangi Rumah Valentino
Kamis, 28 April 2016
Banyuwangi - Turut berbela sungkawa atas meninggalnya Santoso Valentino Sudarko, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiono mendatangi rumah duka. Usai melihat proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian sektor Glagah, Sulihtiyono bertakziyah ke rumah orang tua peserta Indonesia Scout Challange Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Banyuwangi tersebut.
Berita duka datang dari bumi perkemahan Kali Bendo, Kecamatan Glagah yang sedang berlangsung Indonesia Scout Challange Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Banyuwangi. Santoso Valentino Sudarko (11), meninggal Kamis pagi (28/4) dalam perkemahan yang berlangsung dari semalam hingga empat hari ke depan itu.
Menurut penuturan Kepala Sekolah SDN 1 Tembokrejo Prapto, almarhum pagi tadi (Kamis-ref) pukul 06.00 sebelum kejadian tiba-tiba lari dari kelompoknya. Konon, ia ingin buang air besar di kali. Dalam perjalanan menuju sungai itulah Valen terpeleset. Siswa SDN 1 Tembokrejo, Muncar tersebut segera mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Licin.
Menurut Prapto, yang ikut mendampingi ke Puskesmas, Valen masih dalam kondisi baik dan tetap berniat melanjutkan kemah. "Waktu saya tawari untuk diajak pulang, anaknya menolak. Katanya masih mau ikut kemah," ujar Prapto. Saat kembali ke perkemahan, kondisi siswa kelas 5 itu masih lemas. Valen masih bisa makan, minum, dan berak. Namun tetap berada dalam perawatan Pos Kesehatan perkemahan.
Selang beberapa saat, atas bujukan Kepsek Prapto, putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Didi Sandoko dan Kartini itu berkenan pulang. Tetapi, saat Prapto sedang mengambil mobil sekitar pukul 08.00, kondisi Valen tiba-tiba kejang. Pihak kesehatan segera merujuknya ke RSUD Blambangan. Setibanya di rumah sakit, nyawa Valen tidak dapat diselamatkan.
Mendengar kabar buruk itu, Sulihtiyono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi sekaligus ketua panitia Indonesia Scout Challange langsung bertolak ke lokasi kejadian. Seusai melihat proses pemeriksaan oleh pihak Polsek Glagah, Sulihtiyono bertakziyah ke rumah duka di Tembokrejo, Muncar. Didampingi pengurus UPTD Pendidikan Muncar, Sulihtiyono menyampaikan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. "Kita turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," ujar Sulihtiyono kepada perwakilan keluarga seraya menyampaikan santunan.
Lebih lanjut, Sulihtiyono menjelaskan, setiap sepuluh orang peserta didampingi sepenuhnya oleh dua kakak pembina. Selain itu, juga ada dewan guru yang ikut mendampingi. Sementara itu, perkemahan masih terus dilanjutkan. Hanya gugus depan SDN 1 Tembokrejo saja yang dipulangkan sebagai bentuk ikut berbelasungkawa.
"Perkemahan terus dilanjutkan. Hanya gugus depan SDN 1 Tembokrejo saja yang dipulangkan sebagai wujud berbelasungkawa," papar Sulihtiyono. "Kita juga minta maaf kepada semua peserta atas kejadian ini. Kita menghimbau agar para pembina dan guru pendamping lebih ekstra untuk melakukan pengawasan sehingga tidak terulang kembali kejadian yang tidak diinginkan," imbuh Sulihtiyono.
Sekedar mengetahui, Indonesia Scout Challange sendiri merupakan event pramuka yang berlangsung secara nasional. Untuk kwarcab gerakan pramuka Banyuwangi sendiri diikuti oleh 3100 peserta dari siswa SD/MI dari perwakilan se-Banyuwangi. (Humas)