Upacara HKN Bertepatan Momen Ramadhan, Wakil Bupati Tekankan Peningkatan Kinerja dan Produktif Mengukir Prestasi
Jumat, 17 Juni 2016
BANYUWANGI – Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menekankan untuk terus meningkatkan kinerja pemerintah dan lebih produktif mengukir prestasi. Hal itu disampaikan Yusuf di depan seluruh peserta upacara saat berlangsungnya upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang juga bertepatan dengan momen Ramadhan 1437 Hijriah, Jumat (17/6).
Yusuf mengatakan, bulan Ramadhan adalah kesempatan yang baik untuk beribadah. “Kerja yang kita lakukan bernilai ibadah. Walau pun tengah berpuasa, saya berharap kita terus memperbaharui dan memperkuat kesadaran dan semangat dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Yusuf. Jadi, imbuhnya, tidak ada alasan bagi setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengabaikan tugas dan kewajibannya dengan alasan berpuasa.
Yusuf juga mengingatkan agar para PNS selalu banyak bersyukur atas pencapaian-pencapaian yang telah diraih Banyuwangi. “Akhir bulan Mei 2016 lalu, salah satu program kita yaitu Pujasera (Program Pergunakan Jamban Sehat, Rakyat Aman) berhasil mendapatkan penghargaan Top 35 Inovasi Layanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB),” ujar Yusuf.
Tak hanya Pujasera. Yusuf menambahkan di bulan Mei Banyuwangi juga memperoleh penghargaan ‘Indonesia Green Awards 2016’ atas komitmen dan kebijakannya dalam membangun wilayah yang selalu mengedepankan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan. Penghargaan tersebut diberikan oleh The La Tofi School of CSR yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perindustrian.
Selain itu, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Banyuwangi tahun 2015 juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini berarti Banyuwangi berhasil empat tahun berturut-turut memperoleh opini WTP, dan menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Timur yang memperoleh opini WTP Penuh/Murni untuk LKPD 2015.
“Semoga pencapaian ini tidak lantas membuat kita berpuas diri namun justru menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja, termasuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan anggaran di tahun-tahun mendatang,” pungkas Yusuf.
Usai upacara yang dilangsungkan di halaman Pemkab Banyuwangi ini diserahkan pula secara simbolis bantuan traktor roda 2 untuk 12 kelompok tani dan rice transplanter (mesin tanam padi) untuk 13 kelompok tani di Banyuwangi. Bantuan yang diberikan oleh Kementerian Pertanian tersebut diserahkan Yusuf kepada perwakilan dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Agung Lestari dari Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring (traktor) dan Kelompok Tani Bawang Putih dari Desa Kaotan, Kecamatan Rogojampi (rice tranplanter).
Dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Ikrori Hudanto, diberikannya bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung program percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai dalam rangka pencapaian swasembada pangan melalui percepatan pengolahan tanah dan percepatan tanam. “Ini juga sebagai bentuk antisipasi atas semakin berkurangnya buruh tandur,” terang Ikrori.
Bantuan yang diberikan, ujar Ikrori, bersifat hibah dan diberikan pada kelompok tani, bukan perorangan. “Bantuan ini sifatnya hibah barang untuk kelompok tani, berupa traktor roda 2 sebanyak 12 unit dan Rice transplanter 13 unit. Total bantuan senilai Rp 1.110.588.400,” jelas Ikrori.
Salah satu kelompok tani penerima bantuan traktor roda 2, Supeno menyatakan rasa gembiranya terpilih sebagai kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian. “Kami merasa bersyukur. Dengan adanya alat ini kesejahteraan petani bisa meningkat,” kata Supeno yang merupakan ketua Kelompok Tani Agung Lestari, Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring.
Sebelumnya, kata Supeno, kelompoknya yang terdiri atas 70 orang biasanya membajak sawah dengan menggunakan satu traktor saja. Satu traktor tersebut dipakai secara bergantian untuk membajak 30 hektar sawah. “Traktor yang kami pakai adalah milik perorangan yang kami pakai bersama. Dengan penambahan mesin ini otomatis kami lebih bisa menghemat biaya operasional dan pekerjaan kami lebih ringan,” ujar Supeno yang mengaku akan segera menggunakan mesin ini bersama kelompoknya. sebab sekarang telah mulai masuk musim tanam. (Humas)