Upacara HKN, Bupati Tekankan Genjot Terus Inovasi di Berbagai Tingkatan
Jumat, 17 April 2015
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menekankan untuk menggenjot terus inovasi di berbagai tingkatan. Utamanya di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Hal itu disampaikan Bupati Anas di depan seluruh peserta upacara saat berlangsungnya upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN), (17/4).
Menurut bupati, inovasi di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan itu perlu dilakukan karena masyarakat di wilayah tersebutlah yang lebih dulu merasakan jika ada perubahan. Selain itu, pihak kecamatan dan desa/kelurahan-lah yang lebih tahu kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayahnya. “Saya contohkan, ada tiga program inovasi layanan publik Banyuwangi lolos kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2015 yang digelar Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dari 250 pelayanan publik terbaik se-Indonesia, salah satu inovasi Banyuwangi yang justru mendapatkan penilaian yang baik bukan berasal dari tingkat pemkab. Melainkan inovasi yang muncul di tingkat kecamatan, yakni SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak),” kata Bupati Anas.
Inovasi yang dicetuskan oleh Kecamatan Sempu Banyuwangi itu, terang bupati, berawal dari digolongkannya Sempu sebagai penyumbang terbesar kematian ibu dan anak di Kabupaten Banyuwangi, sebelum tahun 2014. Setelah dianalisa, ditemukanlah beberapa faktor penyebabnya. Antara lain ibu hamil kurang mendapatkan pelayanan yang optimal, keterlambatan penanganan oleh petugas kesehatan lantaran kondisi geografis dan akses transportasi yang sulit, dukungan suami yang kurang diakibatkan pengetahuannya yang rendah soal kehamilan, dan kemampuan masyarakat yang juga rendah terkait pembiayaan kehamilan dan persalinan.
“Meski hanya dilegalkan dengan SK Camat, nyatanya para kader kesehatan bisa menjalankan hal ini dengan optimal,”ujar Bupati. Sejak SK tersebut keluar pada 3 Januari 2014, dimulailah kegiatan yang berupa pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh Laskar SAKINA. Tugasnya, menyiapkan unit ambulans yang bisa memberikan Layanan Jemput Ibu (LAJU) secara gratis 24 jam, memberikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada para suami tentang pemahaman kehamilan dan persalinan ibu secara benar terutama pada resiko tinggi.
Menariknya, apa yang dilakukan Laskar SAKINA ini dikemas dalam bentuk yang unik. Seperti ngopi sambil berdiskusi bareng para suami dari ibu hamil resiko tinggi. Ada pula penggalangan dana dari para donator maupun Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu ibu hamil yang kurang mampu. Rumah singgah juga disiapkan Laskar SAKINA, selain mereka juga aktif menempel stiker khusus SAKINA di rumah ibu-ibu hamil plus nomor HP yang sengaja dicantumkan agar mudah dihubungi pada saat tanda-tanda persalinan sudah terasa. “Sekarang masyarakat Sempu sudah merasakan manfaatnya. Yakni dengan zero (tidak adanya) kematian ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas Sempu. Alangkah indahnya jika inovasi semacam ini juga muncul di tiap tingkatan,”kata Bupati Anas.
Adanya inovasi, imbuh bupati, adalah penting sebagai bagian dari semangat membangun daerah. “Supaya masyarakat Banyuwangi bangga dengan daerahnya, inovasi harus terus kita buat. Termasuk soliditas birokrasi yang harus terus dijaga,” tandasnya sambil meminta agar tiap SKPD selalu bekerja sistemik agar memudahkan munculnya inovasi.
Usai upacara HKN yang digelar di halaman Pemkab Banyuwangi tersebut, Bupati Anas juga menyerahkan sejumlah penghargaan berupa trophy dan uang pembinaan bagi para juara Green and Recycle Fashion Week, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Selain itu diserahkan pula hadiah serupa untuk pemenang lomba taman kantor. Juara I diraih oleh TNI AL, disusul di posisi runner up PDAM dan Sekretariat DPRD di peringkat ketiga. (Humas & Protokol)