Usai Upacara Kemerdekaan, Bupati Anas Kunjungi Mahasiswa Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas

Rabu, 17 Agustus 2016


<span 1.6em;"="">Banyuwangi - Usai Upacara Peringatan HUT Kemerdekan ke 71 Republik Indonesia, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi seorang mahasiswa, Imam Hambali. Imam adalah mahasiswa berprestasi, salah satu penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas. 

Bagi seorang Bupati Azwar Anas, merdeka adalah bagaimana cara membahagiakan orang. Dalam rangka membuat bahagia tersebutlah, Bupati Anas mengunjungi kediaman Imam di Dusun Balak Kidul, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Rabu (17/8).

Kebahagiaan tersebut, benar-benar dirasakan oleh Imam Hambali. Tidak hanya dikarenakan mendapat kunjungan Bupati Anas. Namun, karena ia mendapatkan beasiswa pendidikan untuk menempuh kulias S1 hingga lulus di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.

Saat tiba di depan rumahnya, Imam pun spontan langsung memeluk erat orang nomer satu di Banyuwangi itu sambil menangis terisak-isak. “Bisa mendapatkan beasiswa kuliah saja, saya sudah bahagia. Apalagi sampai mendapat kunjungan Pak Bupati,” ucapnya sambil terharu.

Di rumahnya yang sederhana dengan dinding anyaman bambu itu, Bupati Anas pun tampak asyik mengobrol dengan Imam dan kedua orang tuanya. Bupati yang datang bersama istrinya, Ipuk Festiandani itu juga menikmati suguhan sederhana dari sang empunya rumah.

Sugiono, orang tua Imam Hambali menuturkan dirinya bersyukur dan tak menyangka, putra pertamanya tersebut bisa kuliah dengan gratis. “Maturnuwun sanget yugo kulo saget kuliah,” ungkapan terima kasih Sugiono yang sehari-harinya menjadi buruh tani tersebut ke Bupati Anas.

Semenjak kecil, tutur Sugiono, Hambali merupakan anak yang baik dan rajin belajar. Usai lulus Madrasah Tsanawiyah (MTs), dia tak mampu menyekolahkan putranya tersebut sehingga meminta Imam berhenti sekolah saja.

"Putus sekolah selama setahun, eh tiba-tiba Imam sudah sekolah di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin, Desa Padang, Singojuruh tanpa saya tahu. Tekad sekolahnya memang besar," ujar suami Barobah tersebut. Saat sekolah di madrasah tersebut, biaya sekolah Imam ditanggung oleh pengurus pondok.

Lulus MA tahun 2013, Imam Hambali sempat kuliah di IAI Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi. Lagi-lagi biaya menjadi kendala. Untunglah, lanjut Imam, dosen di sana menginformasikan saya tentang beasiswa Banyuwangi Cerdas. Lalu, tahun 2014 mengikuti program tersebut dan mendaftar di Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Jember. Imam pun langsung lolos seleksi.

“Saya mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab untuk meneruskan apa yang telah saya pelajari semasa di Aliyah dan di Pesantren,” tutur pria kelahiran 26 Mei 1993 tersebut. Kini Imam pun mapu tercatat sebagai mahasiswa semester 5 Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Jember.

Sementara itu, Bupati Anas sengaja berkunjung ke kediaman Imam Hambali untuk memberikan dukungan kepada semua warga Banyuwangi. Terutama kepada keluarga yang kurang beruntung ekonominya.

“Ini merupakan pelajaran bagi kita semua. Tidak ada alasan untuk putus asa untuk meraih pendidikan meski terdapat keterbatasan ekonomi. Asalkan belajar dengan rajin, pasti akan bisa mendapatkan jalan,” ungkap Bupati Anas. “Pemkab Banyuwangi akan terus berusaha melengkapi pendidikan dengan berbagai beasiswa, seperti Program Banyuwangi Cerdas seperti yang diraih Imam,” katanya.

Program Banyuwangi Cerdas (PBC) sendiri merupakan program Pemkab Banyuwangi yang diberikan kepada mahasiswa Banyuwangi yang berprestasi, namun tidak mampu secara ekonomi. Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiono, program beasiswa Banyuwangi Cerdas pada 2016 dialokasikan Rp 3,75 miliar bagi mahasiswa yang berprestasi tidak mampu, mahasiswa yatim piatu, dan penyandang disabilitas berprestasi.

Ada dua PTN yang bekerja sama dengan program ini, yaitu Universitas Negeri Jember (Unej) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Kerjasama dengan dua PTN itu telah dimulai sejak 2011. "Total anggaran yang telah disalurkan hingga 2016 untuk program ini mencapai Rp 9,6 miliar untuk 297 mahasiswa. Mahasiswa dengan beasiswa skema ini akan mendapatkan biaya kulah dan uang hidup yang totalnya Rp 1 juta per bulan," ujar Sulihtiono.

Selain diperuntukkan bagi calon mahasiswa, imbuh dia, mahasiswa yang sudah berkuliah juga bisa mendapatkan beasiswa Banyuwangi Cerdas ini melalui proses seleksi. "Mahasiswa yang dibiayai program ini berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Banyuwangi. Total sejak 2011, beasiswa yang telah disalurkan Banyuwangi mencapai Rp 14,4 miliar untuk sekitar 700 anak muda yang kuliah di berbagai perguruan tinggi, baik di Banyuwangi maupun luar Banyuwangi," jelas Sulihtiyono. (Humas)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :