Wabup Yusuf Ajak PNS Perluas Wawasan Untuk Wujudkan Banyuwangi Lebih Maju
Senin, 18 Juli 2016
BANYUWANGI – Berbagai penghargaan yang berhasil diraih Banyuwangi harus dijadikan sebagai pelecut motivasi untuk terus berinovasi. Para birokrat di lingkungan Pemkab Banyuwangi pun diminta terus belajar dan memperluas wawasan untuk mewujudkan Banyuwangi yang lebih maju. Hal ini disampaikan Wabup Yusuf Widyatmoko saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Pemkab Banyuwangi, Senin (18/7).
“Bulan Ramadhan telah menempa kita menjadi pribadi yang kuat dan istiqomah. Mudah-mudahan spirit ini menjadi penyemangat kita meningkatkan kinerja dan membuka luas wawasan untuk membangun Banyuwangi. Salah satunya, dengan menampung kritik dan saran dari pihak luar,” kata Wabub Yusuf.
Di hadapan seluruh peserta upacara, Yusuf pun menyampaikan kiat-kiat sukses membangun Banyuwangi yang diamanatkan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri Halal bi Halal Diaspora beberapa waktu lalu. “Untuk bisa lebih maju, menurut pak menteri kita harus menguasai rumus ABGCM. Rumus ini menjadi referensi yang bisa kita terapkan bersama,” lanjut dia.
ABGCM, jelas Yusuf, merupakan akronim dari academition (akademisi/tim ahli), bussiness (pebisnis), goverment (pemerintah), community (komunitas), dan media. Para akademisi yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan dan program kerja. "Dosen dan ahli perlu dilibatkan untuk ikut memikirkan Banyuwangi," ujar Yusuf.
Begitu pula pebisnis. Profesi ini harus menjadi pilar penting untuk membangun Banyuwangi. Karena, para pebisnis berkontribusi penting dalam menaikkan taraf ekonomi masyarakat. "Kementerian Pariwisata pada tahun ini mendorong pembangunan seribu homestay di Banyuwangi. Homestay ini merupakan tempat menginap bagi wisatawan sebagai alternatif hotel. Usaha seperti ini merupakan bagian dari bisnis yang bisa meningkatkan PDRB Banyuwangi," kata Yusuf.
Sementara itu, dari sisi goverment (pemerintah), kita harus mampu menciptakan birokrasi yang solid dan mampu bertindak cepat. "Saya berharap mulai sekarang tidak ada lagi birokrat yang lelet, semua harus bisa bergerak cepat dalam bekerja," harap Yusuf.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga menghimbau agar para kepala SKPD mampu menyegarkan kinerja di internal instansi yang dipimpinnya. Hal ini perlu dilakukan agar para karyawan selalu bersemangat dan berdedikasi penuh saat bekerja.
“Suntikan motivasi kepada para staff saya kira perlu diberikan secara rutin. Sehingga kapasitas kerja mereka terus meningkat,”pungkas nya. (Humas)