Waduk Rp 300 Miliar Perkuat Sektor Pertanian di Ujung Timur Jawa

Kamis, 1 Agustus 2013


Kementerian PU Kebut Pembangunan Waduk Bajulmati di Banyuwangi

WONGSOREJO - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air. Di Jawa Timur, Kementerian PU kini tengah mengebut pembangunan Waduk Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Waduk berdaya tampung 10 juta meter kubik air itu dibangun dengan dana Rp 300 miliar. Pengoperasian waduk yang dibangun di atas lahan seluas 115,5 hektar itu ditargetkan bisa dimulai 2014.

"Pemerintah terus memastikan pemenuhan kebutuhan sumber daya air untuk menunjang perekonomian, baik untuk sektor pertanian maupun industri," ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meninjau Waduk Bajulmati, Banyuwangi, Kamis (1/8/2013). Turut hadir mendampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Djoko mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan banyak penambahan infrastruktur pengairan, mengingat semakin besarnya kebutuhan sumber daya air di Tanah Air. Solusi yang diambil pemerintah antara lain dengan pembangunan waduk dan bendungan.

Waduk atau bendungan, kata Djoko, diharapkan bisa menopang kebutuhan air sektor pertanian, industri, dan pariwisata. "Pemerintah terus melakukan operasi pemeliharaan, rehabilitasi jaringan, dan peningkatan pembangunan infrastruktur pengairan yang sangat berperan dalam menopang target surplus beras 10 juta ton pada 2014," jelas Djoko.

Selain untuk pertanian, keberadaan waduk atau infrastruktur pengairan yang lainnya sangat vital untuk memenuhi kebutuhan industri, terutama kawasan industri. Dia mencontohkan Waduk Bajulmati, Banyuwangi, yang nantinya akan menunjang keberadaan Kawasan Industri Wongsorejo Banyuwangi. Kawasan industri tersebut kini terus disiapkan oleh pemerintah daerah setempat.

"Waduk juga akan didesain bisa menyimpan dan memproduksi listrik sebesar 340 KW dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro," ujarnya.

Waduk tersebut juga akan memenuhi penyediaan air baku untuk air bersih sebesar 50 liter per detik yang bisa melayani 18.000 kepala keluarga. Selain itu, Waduk Bajulmati akan memasok kebutuhan air ke Pelabuhan Banyuwangi yang merupakan penghubung antara kawasan timur Pulau Jawa dan kawasan timur Indonesia, terutama Bali dan Nusa Tenggara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, jika Waduk Bajulmati telah selesai pembangunannya, diharapkan bisa menopang intensifikasi dan ekstensifikasi sawah baru sebanyak 1.800 hektar. Di Banyuwangi sendiri, saat ini luas panen padi mencapai sekitar 121.377 hektar dengan produksi 792.573 ton. "Banyuwangi adalah salah satu lumbung pangan Jawa Timur. Dengan adanya waduk ini, produktivitas sektor pertanian akan semakin meningkat," ujar mantan anggota DPR RI tersebut.

Pencetakan sawah baru dengan adanya waduk tersebut juga merupakan terobosan di tengah semakin besarnya arus konversi lahan pertanian. Di Banyuwangi, konversi lahan pertanian ditekan dengan sejumlah regulasi, termasuk berupaya menggairahkan sektor pertanian. Hasilnya, luasan lahan panen terus meningkat dari 116.728 hektar pada 2011 menjadi 121.377 hektar pada 2012.

"Waduk Bajulmati juga akan dikelola menjadi tempat wisata, karena view-nya sangat indah. Di sisi-sisinya berlatar belakang Kawah Ijen dan kawasan hutan," kata Bupati Anas. Air dari Waduk Bajulmati nantinya tidak hanya akan menyuplai sektor pertanian Banyuwangi, tapi juga akan dialirkan ke Kabupaten Situbondo. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :