Wagub Jatim Buka Pekan Seni Pelajar di Banyuwangi
Minggu, 31 Mei 2015
BANYUWANGI – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf membuka Pekan Seni Pelajar (PSP) 2015 Tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di Banyuwangi, Minggu (31/5). PSP akan berlangsung hingga 3 Juni mendatang. Selain Gus Ipul, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, juga hadir dalam acara pembukaan.
Sebagai pembuka, event ini diawali dengan pawai yang menampilkan seni dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pawai PSP ini diawali dengan tarian kolosal dengan lakon “Anggayuh Makarti”. Tarian ini ditampilkan oleh 300 pelajar gabungan dari kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Surabaya, Probolinggo, dan Banyuwangi.
Usai disuguhkan tarian kolosal, secara bergilir kontingen dari 28 daerah di Jatim memamerkan budaya lokalnya di hadapan para undangan. Seperti Trenggalek yang mengangkat budaya Baritan, Bojonegoro yang menampilkan fragmen Laskar Mahapatih Angling Dharmo, dan Banyuwangi sebagai tuan rumah menampilkan kesenian bertajuk "ontang-ontang bayu".
Wagub Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, PSP diharapkan bisa mendorong para pelajar, guru, dan masyarakat luas agar menjadikan seni dan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan. "Sesungguhnya pendidikan karakter itu salah satunya ada di seni dan budaya. Oleh karenanya, sangat penting event ini digelar rutin agar semua orang bisa melestarikan budaya daerah masing-masing,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah.
Gus Ipul juga memberikan apresiasi tinggi kepada Banyuwangi sebagai tuan rumah pekan seni pelajar yang dinilai sukses luar biasa. “Saya melihat Banyuwangi ini maju luar biasa, dan salah satu penyebabnya adalah kemauan kuat dari Banyuwangi untuk terus menghidupkan dan menggelorakan budaya lokalnya. Tradisinya yang dikemas dengan cara modern sungguh mampu menarik wisatawan dari luar,” kata Gus Ipul.
PSP adalah Pekan seni pelajar merupakan event dua tahunan yang memberikan kesempatan bagi para pelajar mulai SD sampai SMA untuk mengeksplorasi bakat dan minat yang dimiliknya. Event ini diikuti ribuan peserta dari 28 kabupten/kota. Ada 9 kegiatan lomba dalam PSP ini, antara lain, paduan suara, baca puisi, teater, tari, musik tradisi, lukis, poster, dan desain tekstil.
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, mengapreasi Pemprov Jatim yang secara rutin mengadakan event budaya. “Ini adalah salah satu bentuk konservasi budaya Indonesia. Budaya lama dilindungi, dan kita kembangkan dengan cara memodifikasi dengan sentuhan modern. Seperti Banyuwangi yang menggelar Banyuwangi festival, yang isinya sarat dengan mengangkat budaya lokal,” kata Kacung Marijan.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyatakan terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberi kepercayaan pada Banyuwangi sebagai tuan rumah event tingkat Jawa Timur. “Jika dikelola dengan baik, kebudayaan bisa menjadi instrumen untuk mempererat persaudaraan," ujarnya.
Selain Wagub, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, hadir di PSP ini Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur Syaiful Rachman dan seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jatim. (Humas protokol)