Wakil Bupati Tinjau Pembangunan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi
Kamis, 22 September 2016
BANYUWANGI – Guna memantau pembangunan beberapa sarana dan prasarana di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko terjun langsung untuk meninjau gedung yang lokasinya tak jauh dari Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi itu, Rabu (21/9).
Didampingi Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar, Dwi Marhen Yono, Wabup Yusuf melihat langsung kondisi bangunan baru di bagian depan dan belakang Kantor Disbudpar. Bangunan-bangunan baru tersebut didesain mirip rumah adat Suku Osing. Pembangunannya belum seluruhnya selesai. Yang sudah selesai adalah bangunan yang peruntukannya untuk ruang kepala dinas dan areal parkir baru.
Gapura di pintu masuk yang dulunya terkesan lawas pun kini sudah direnovasi dengan gaya modern berhiaskan ukiran unik khas suku Osing. Pemasangan CCTV di beberapa sudut juga sudah dilakukan. Di sisi lain, perluasan gedung di setiap bidang juga dikebut.
Sementara di bagian belakang, dibangun mini pelinggihan untuk latihan wayang dan gamelan, bangunan mini amphitheatre untuk latihan tari dan beberapa toilet. Ada pula tempat rapat (outdoor meeting) yang didesain seperti rumah Osing dengan taman bernuansa hijau di sekelilingnya. Bangunan ini semakin terasa nyaman dan sejuk dengan adanya tanaman-tanaman perindang di sekitarnya.
Sebelumnya, bagian belakang gedung ini hanyalah tanah kosong yang bersemak rimbun dan belum termanfaatkan. Di sudut tanah kosong tersebut terdapat gudang kecil yang digunakan untuk menyimpan alat-alat kesenian seperti wayang dan piranti musik tradisional. Gudang penyimpanan tersebut kini sudah direnovasi, yang sebelumnya kecil, sekarang menjadi lebih luas.
Saat ini pembangunan rumah adat Osing sudah rampung seluruhnya. Tinggal amphitheatre dan taman yang pembangunannya dijadwalkan selesai tahun ini.
Melihat pembangunan tersebut, Yusuf tampak puas. “Kantor Disbudpar ini bagaikan beranda pariwisatanya Banyuwangi. Secara tampilan ya harus menunjukkan ciri khas Banyuwangi dan sedap dipandang, baik dari segi interior maupun eksteriornya,”kata Yusuf.
Yusuf mengaku senang dengan perubahan Kantor Disbudpar yang baru. Tampilannya, ujar Yusuf, tidak lagi terlihat kuno, tapi tetap memperlihatkan ciri khas tradisionalnya. Banyak sarana yang juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk berlatih tari dan wayang kulit seperti mini pelinggihan dan mini amphitheatre.
“Kalau bagus seperti ini wisatawan yang berkunjung tidak akan kecewa datang kemari. Masyarakat Banyuwangi juga akan semakin bangga dengan daerahnya,”pungkas Yusuf. (Humas)