Walikota Jakarta Utara Sharing Tata Kelola Pariwisata ke Banyuwangi
Sabtu, 16 September 2017
Banyuwangi - Walikota Jakarta Utara Husein Murad berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya seorang diri, ia juga mengajak wakilnya dan 42 pejabat perangkat daerah. Mereka datang untuk sharing (berbagi) tata kelola pariwisata.
"Kami melihat banyak kesamaan Banyuwangi dengan Jakarta Utara. Antara lain kita juga mengembangkan destinasi pariwisata. Jadi kami tidak salah datang ke Banyuwangi untuk belajar tentang ini," ungkap Husein Murad saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Jumat malam (15/9).
Menurut Murad, tata kelola pariwisata di Banyuwangi cukup baik. Hal ini dapat menjadi inspirasi pihaknya dalam mengelola obyek wisata di Jakarta Utara. "Saat ini, di pantai-pantai kami sedang ditata yang ke depan bisa menjadi potensi wisata yang bisa tergarap dengan baik," ungkapnya.
Bupati Anas pun menyambut langsung kehadiran rombongan Pemkot Jakarta Utara tersebut. Anas pun langsng membagi pengalamannya seputar penataan dan pengembangan pariwisata di Banyuwangi. Menurut dia, kunci kesuksesan pengembangan pariwisata adalah konsolidasi antar berbagai komponen, baik pemerintah, masyarakat maupun pelaku usaha. Ketiga komponen tersebut, lanjut Anas, tidak boleh dikorbankan salah satunya. Jika itu terjadi, maka industri pariwisata tersebut akan mengalami permasalahan.
Anas pun mencontohkan tentang pengembangan wisata di Desa Tamansari yang merupakan perkampungan terdekat dari Gunung Ijen. Bertahun-tahun Ijen menjadi tujuan wisata dari dalam maupun luar negeri. Tapi, selama itu, masyarakat Tamansari tak merasakan manfaat dari keberadaannya.
"Jenis pengembangan wisata yang demikian jelas tidak sustainable. Karena yang untung hanya pengusaha travel dan hotel saja. Rakyat tidak terlibat. Oleh karena itu, dengan optimalisasi BUMDes, sekarang di Tamansari sedang dikembangkan home stay, rest area, souvenir dan lainnya. Sehingga dengan aktivitas ini, masyarakat turut terlibat dan meraih manfaat dari keberadaan wisata itu," terang Anas.
Selain itu, Anas menambahkan, kekompakan para kepala SKPD juga menjadi kunci keberhasilan Banyuwangi menjadi daerah jujukan wisata. Melalui rangkaian Banyuwangi Festival, para kepala SKPD terlibat penuh dalam pelaksanaannya. Masing-masing satuan kerja (satker) memiliki kotribusi sesuai dengan tugas-tugasnya masing-masing.
"Dengan kekompakan inilah, Banyuwangi memiliki super team dalam membangun dan mengembangkan pariwisata. Ego sektoral masing-masing dinas mapun bagian, terkikis di Banyuwangi Festival. Inilah yang membuat promosi dan pengembangan pariwisata di Banyuwangi berkembang cepat," urai Anas.
Untuk melihat secara langsung bagaimana pengembangan wisata di Banyuwangi, rombongan Pemkot Jakarta Utara akan mendatangi beberapa obyek wisata. Di antaranya Gunung Ijen dan Bangsering Underwater. Di kedua tempat ini, mereka akan belajar secara langsung keterlibatan pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha dalam membangun pariwisata. (*)