Wantannas Kaji Pengembangan Wisata Gunung Api Ijen

Rabu, 19 Agustus 2015


BANYUWANGI – Potensi alam Banyuwangi yang luar biasa mengundang  ketertarikan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) untuk datang ke kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini, Selasa malam (18/8). Wantannas akan menganalisis sejumlah potensi wisata berbasis alam, untuk dikaji kelayakannya menjadi sebuah obyek wisata.

Wantannas adalah lembaga negara yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Tugasnya membantu Presiden dalam menyelenggarakan pembinaan ketahanan nasional guna menjamin pencapaian tujuan dan kepentingan nasional Indonesia.

Sekretaris Jendral Wantannas Letjend TNI Waris mengatakan pihaknya datang khusus ke Banyuwangi untuk melakukan observasi dan survey potensi alam Banyuwangi, khususnya Gunung Ijen. Ijen yang termasuk salah satu gunung berapi di Indonesia ini akan dianalisis untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai obyek wisata.

“Kami terinspirasi dengan gunung api di Ekuador yang menjadi obyek wisata andalan. Ijen dengan segala kekhasan fenomena alamnya akan kami kaji lebih lanjut untuk dikembangkan lebih luas. Saat ini kan terkenal dengan blue firenya, bisa saja ada hal lain yang bisa dieksplore lebih,” ujar Letjend Waris saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo.

Kajian pengembangan ini, imbuh Waris, diharapkan bisa menjadi ceruk baru bagi peningkatan perekonomian di suatu daerah. Wisatawan yang datang secara otomatis akan menciptakan lapangan pekerjaan.

Hal lain yang memicu kedatangan Wantannas ke Banyuwangi adalah konsep ekowisata yang diusung Banyuwangi. “Ini ada kekhasan tersendiri karena pengembangan wisatanya bersandarkan pada kondisi alam yang telah ada. Tidak mau meniru Bali dan Malang. Ini bagi kami menarik, kata Letjend Waris.  

Wantannas melakukan survey di Banyuwangi selama 2 hari (19-20 Agustus). Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Biro Persidangan dan Hubungan  Masyarakat (Karodangmas) Brigjen TNI S. Widodo, Kepala Biro Umum (Karoum) Marsma TNI Lukas Parmadi, dan Anjak Bidang Sosbudnas Ir Bambang Ardiantoro.

Sementara itu, Bupati Anas menjelaskan mengapa memilih mengembangkan Banyuwangi dengan konsep ekoturisme. “Banyuwangi itu khas. 40 persen wilayah kami terdiri atas taman nasional, perkebunan dan kehutanan. Karena itu kami putuskan pariwisata Banyuwangi harus dikembangkan dengan konsep ecotourism. Pariwisata yang berbasis atas keaslian alam dan pengembangannya juga selaras dengan alamnya,” kata Anas.

Konsep ekoturisme akhirnya membuahkan hasil setelah diterapkan. Bahkan beberapa duta besar mulai tertarik datang ke Banyuwangi. “Kami tak akan pernah berhenti mengembangkan pariwisata Banyuwangi, termasuk  untuk menjadikan sektor pertanian sebagai bagian menarik di dalamnya untuk diexplore. Dan pendidikan jadi bagian untuk menjadikan SDM-nya terdidik dan bisa mengembangkan pariwisata Banyuwangi menjadi lebih baik,”pungkas Bupati Anas. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :