Wawali Kota Yogyakarta, Kunjungi Banyuwangi Untuk Sharing E-Kinerja
Selasa, 19 September 2017
BANYUWANGI – Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Purwadi berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya seorang diri, Wawali Kota Gudeg ini juga mengajak sejumlah pejabatnya. Diantaranya, Asisten Umum, Kepala Bappeda, Dinas Komunikasi dan Persandian, serta Direktur Bank Yogyakarta.
Mereka datang ke Banyuwangi untuk sharing (berbagi) menerapkan E-kinera, sebuah program penghitungan kinerja aparatur sipil negara (ASN) berbasis teknologi informasi yang telah diterapkan oleh Banyuwangi. Program ini juga bisa disebuah disebut sebagai program tunjangan yang diberikan kepada PNS sebagai pendorong kinerja aparatur sipil negara bisa bekerja lebih giat.
"Kami datang ke Banyuwangi untuk sama-sama sharring dalam menerapkan e-kinerja bagi PNS. Karena beberapa waktu lalu saya ketemu dengan Bupati Banyuwangi, dan kita akhirnya datang ke sini untuk sharing,” kata Wawali Heroe, Senin (18/9) di Lounge Pelayanan Publik, Pemkab Banyuwangi.
Terkait E-kinerja ini, kata Wawali Heroe, di Jogja saat ini tengah proses pembuatan SK dan rumusan-rumusan penerapan e-kinerja. “Dalam proses ini kita ingin membandingkan dengan daerah lain, jika ada pola yang lebih baik kita akan pakai intinya untuk lebih memperkuat sistem kita. Kita ingin mendapatkan pola yang lebih baik, karena setiap daerah kan kondisi berbeda,” ujarnya.
Selain e-kinerja, Wawali Yogyakarta ini juga ingin bekerja sama mengembangkan pariwisata secara linked, karena karakter obyek wisata Yogyakarta dengan Banyuwangi hampir sama. “Bahkan, kemarin saat kita ke Banyuwangi juga diikuti beberapa turis mancanegara yang ingin berwisata ke Banyuwangi,” katanya. .
Dalam sharring ini, pemerintah kota Yogyakarta akan berada di Banyuwangi selama tiga hari. Mereka akan melhat ke SKPD terkait penerapan e-kinerja.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Kabupaten Banyuwangi, Sih Wahyudi didampingi Kepala Bappeda, Suyanto Waspo Tando W, saat menerima rombongan ini menjelaskan e-kinerja adalah penghitungan kinerja ASN berbasis teknologi informasi ini bisa menjamin output kinerja setiap ASN.
“Dengan sistem ini, tunjangan ASN diberikan mengacu pada kinerjanya, bukan aspek-aspek nonteknis. E-Kinerja adalah bagian dari penerapan merit system, sebagai bahan evaluasi. Siapa yang berprestasi, maka dia yang akan mendapatkan reward, demikian pula sebaliknya,” ujar Sih.
Dikatakan Sih, e-kinerja merupakan satu dari serangkaian inovasi pembenahan sistem kepegawaian di Banyuwangi dengan memaksimalkan IT. Selain e-kinerja, Banyuwangi juga mengimplementasikan Computer Assisted Test (CAT) untuk rekruitmen CPNS baru dan implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK). Juga Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), aplikasi database induk pegawai yang meliputi riwayat pendidikan, keluarga, gaji, diklat, dan sebagainya.
"Pemakai database berbasis TI ini sangat memudahkan kami mencari data ASN untuk mendukung kinerja daerah,” jelas Sih.
Atas inovasinya dalam penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pembenahan sistem kepegawaian yang baik tersebut, Banyuwangi pun dinobatkan sebagai kabupaten dengan pengelolaan kepegawaian terbaik Se-Indonesia oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). (*)