Wujud Kepedulian Pada Kaum Papa, PMI Gelar Operasi Katarak Gratis

Rabu, 15 Januari 2014


 

BANYUWANGI - Sebagai bentuk kepedulian pada kaum miskin, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Banyuwangi mengadakan operasi katarak gratis, Rabu (15/01). Selain operasi katarak, bakti sosial (baksos) yang dijadwalkan berlangsung selama 3 hari hingga Jumat (17/01) mendatang ini juga memfasilitasi masyarakat miskin dengan pemeriksaan mata di luar katarak. Mereka yang menderita mata minus, plus atau silinder diberikan bantuan kacamata.            

Dalam pelaksanaan program yang dilangsungkan di markas PMI di Jalan Kartini Banyuwangi ini, PMI tidaklah sendiri. Sejumlah pihak digandeng, diantaranya Yayasan John Fawcett Foundation, dan Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI). Menariknya,  para supporter club sepakbola Liverpool di Indonesia, yang dimotori oleh Anfield Bunker dari Inggris juga turut berpartisipasi dalam penggalangan dana yang melibatkan banyak donatur di beberapa negara.    

Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, ketika membuka acara tersebut menyatakan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian banyak pihak untuk mengurangi tingkat kebutaan di Banyuwangi. "Pemkab dan PMI tidak mungkin bekerja sendiri tanpa bantuan para pihak. Karena itu kegiatan semacam ini kami support penuh dan akan kami tindaklanjuti ke depannya, termasuk melakukan pelayanan pula terhadap pasien bibir sumbing," ujar Wabup Yusuf yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Cabang Banyuwangi ini.                  

Sementara itu, Sunawati,  salah seorang pasien yang menderita katarak hingga 75 persen pada kedua bola matanya menyatakan rasa senangnya berkesempatan untuk dioperasi mata. "Saya ini sudah satu setengah tahun tidak bisa melihat. Itu sebabnya saya merasa kesulitan pergi kemana-mana tanpa dibantu orang lain,"ujar nenek berusia 70 tahun itu dengan dialek Jawanya yang kental. Wanita yang tinggal di Dusun Patoman, Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi itu mengaku langsung mendaftarkan diri ke PMI begitu tahu ada operasi katarak gratis dari seorang kerabatnya. Sedangkan pasien-pasien lain ada pula yang mendaftarkan diri lewat puskesmas di wilayahnya masing-masing. "Saya berharap bisa melihat lagi seperti dulu," harap Sunawati yang dahulunya sebelum terkena katarak berprofesi sebagai penjual aneka jajanan  di Pasar Rogojampi.                      

Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar yang mencapai 500 orang. Sejumlah dokter, perawat, tim medis dan relawan diterjunkan untuk memberikan pelayanan pengobatan mata bagi masyarakat Banyuwangi yang kurang mampu. (Humas & Protokol)

 


Berita Terkait

Bagikan Artikel :